Sejumlah Kota yang Promosikan Jamu lewat Festival

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kebiasaan minum jamu mulai pudar di masa kini. Padahal jamu memiliki beragam khasiat untuk kesehatan tubuh.

Meski demikian, ada sejumlah kota di Indonesia yang tetap berjuang menjaga kelestarian jamu. Salah satunya dengan mengadakan festival jamu untuk menarik minat kaum milenial. Berikut daftar kota yang selalu menggelar Festival Jamu di Indonesia.

1. Rembang, Jawa Tengah
Kota ini pernah menggelar festival jamu pada tanggal 19-21 April 2018 di alun-alun Pemkab Rembang, Jawa Tengah. Selain menyuguhkan jamu, festival ini juga menghadirkan berbagai kuliner dengan mendirikan sejumlah stan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Rembang Abdul Khafid dan melibatkan banyaknya pengusaha jamu, pelajar dan masyarakat umum.

2. Cilacap, Jawa Tengah
Festival jamu di daerah ini bertujuan memberikan motivasi kepada pengusaha dan masyarakat untuk mengembangkan khasiat tanaman lokal. Festival Jamu dan Kuliner di Cilacap pernah digelar di Lapangan Batalyon pada 28-29 September 2019 lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh 15 mahasiswa dari negara lain seperti Rwanda, Malaysia, Libya, Uganda, Perancis, Swedia, Madagaskar dan Sudan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Jateng. Maka dari itu, acara tersebut diharapkan memberikan edukasi dengan memberikan manfaat apa saja yang terkandung dari jamu.

3. Yogyakarta
Kalau di Yogyakarta, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Festival Jamu Internasional. Acara ini dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap jamu dan untuk mengembalikkan eksistensi jamu.

Acara ini dikemas dalam rangkaian pre-event Festival Jamu Nasional ‘Menjamu Dijamu’ yang dilaksanakan pada 14-17 November 2019 silam di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Panitia juga menyediakan 100 liter jamu kunyit asem, beras kencur, temulawak hasil produksi UMKM setempat untuk diminum bersama.

Selain itu, UGM juga menggelar aksi minum jamu serentak di berbagai sekolah di Yogyakarta. Mulai dari SMAN 2 Bantul, SD Tumbuh 1, SMAN 3 Jogja, SMA Debrito hingga SMA Stella Duce 1 Jogja.

4. Malang
Festival jamu selanjutnya juga pernah dibuat di kota Malang pada tahun 2019. Festival Jamu Nusantara ini bertemakan ‘Jamu dengan Gaya Hidup Milenial’ dan dilaksanakan pada 7 November 2019 di Balaikota Among Tani.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Batu ini untuk memperkenalkan jamu sebagai warisan budaya dan obat kesehatan tradisional kepada kalangan anak muda.

Maka sebagai upaya untuk memperkuat literasi, panitia turut mengundang narasumber yang sudah berkarier di dunia jamu seperti Konsultan PT. Orang Tua Group Ir. Wahyu dan Konsultan Senior PT. Jaya Mitra Kemilau, Jamu Charles Saerang.

Reporter: Tara Saphira Kirana Hasannudin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini