Pemerintah Siapkan Tim Investigasi Independen Kasus Demo Ricuh

Baca Juga

Oleh: Indah Prameswari)*

Pemerintah melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tengah menyiapkan timinvestigasi independen untuk mengusut tuntas penyebab serta aktor di balik demo yang berujung ricuh pada 25–31 Agustus 2025. Aksi yang meluas di Jakarta dan sejumlah daerah tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, sertamemicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan nasional.

Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, membenarkan bahwa proses pembentukantim investigasi saat ini sedang berlangsung. DPR berjanji akan mengumumkankomposisi tim dan menjalankan proses investigasi secara transparan kepada publik.

Pembentukan tim investigasi ini bukan sekadar langkah formalitas, melainkankomitmen nyata untuk menegakkan prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Langkah ini diambil sebagai respons atas desakan masyarakat sipil yang menuntutpenelusuran dugaan kekerasan saat demo ricuh berlangsung. 

Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan bahwa setiap bentuk aspirasimahasiswa harus dihormati, namun tindakan anarkis dan perusakan fasilitas publiktidak boleh ditoleransi. Dengan cara ini, pemerintah berusaha menyeimbangkanantara perlindungan hak demokratis warga negara dan kewajiban menjagaketertiban umum.

Penguatan sistem demokrasi menjadi salah satu tujuan utama pembentukan tim ini. Dengan menghadirkan mekanisme investigasi yang independen, pemerintah inginmemastikan bahwa setiap peristiwa nasional ditangani dengan jujur, terbuka, dan profesional. Ke depan, hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi pelajaranpenting dalam membangun tata kelola keamanan dan politik yang lebih baik, sehingga tercipta ruang dialog yang sehat antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

Di sisi lain, dukungan juga datang dari kalangan elite politik setelah PresidenPrabowo Subianto menyebut adanya indikasi makar dan terorisme di balik aksianarkis tersebut.

Sejumlah pihak menekankan pentingnya pemisahan yang jelas antara gerakanmahasiswa murni dengan kelompok penyusup yang diduga sengaja menciptakankericuhan. Fraksi Partai NasDem di DPR bahkan mendorong percepatanpembentukan tim independen agar dugaan upaya makar bisa diusut secara terang.

Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, menegaskan bahwa pembentukan timinvestigasi independen merupakan kebutuhan mendesak agar peristiwa anarkistisdapat diungkap tanpa ruang spekulasi maupun politisasi. Menurutnya, tim harus diisioleh sosok-sosok berkapabilitas dengan melibatkan unsur penegak hukum, lembagaindependen, serta perwakilan masyarakat untuk memastikan legitimasi yang kuat.

Ia pun mengajak masyarakat tetap waspada terhadap provokasi, hoaks, serta narasiyang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Dialog dan musyawarah harusdikedepankan agar tidak terulang kembali aksi unjuk rasa yang memakan korban.

NasDem juga menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo dalammengusut tuntas indikasi makar di balik gelombang demonstrasi. Keberadaan timinvestigasi diyakini dapat memperkuat komitmen pemerintah dalam menjagatransparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.

Senada dengan itu, Pengamat Militer Beni Sukadis menilai bahwa aspirasimahasiswa dalam aksi unjuk rasa bersifat murni. Namun, ia melihat indikasi adanyakelompok lain yang menyusup untuk memanfaatkan momentum tersebut demi tujuan tertentu. Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo mengenai dugaan makar tidak ditujukan kepada mahasiswa, melainkan untuk menegaskan bahwa gerakanmahasiswa telah dimanfaatkan oleh provokator.

Sementara itu, Polri juga melakukan penyelidikan paralel terhadap kasus kekerasanyang terjadi saat aksi berlangsung. Salah satu kasus yang mendapat sorotan adalahmeninggalnya mahasiswa Amikom Yogyakarta, Reza Sendi Pratama. Polrimenegaskan bahwa penyelidikan atas peristiwa tersebut masih terus berjalan untukmengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat.

Pengumuman mengenai pembentukan tim investigasi independen ini disambutpositif oleh masyarakat. Kelompok organisasi mahasiswa dan masyarakat sipilmendorong agar tim benar-benar bekerja secara objektif, tanpa intervensi politikmaupun tekanan dari pihak manapun. Mereka menekankan bahwa kebenaran harusdiungkap, baik terkait dugaan makar maupun keterlibatan kelompok provokator. Sementara itu, beberapa akademisi melihat langkah pemerintah ini sebagai upayastrategis untuk meredam gejolak politik pascademo, sekaligus menjaga legitimasipemerintah di mata publik.

Selain itu, DPR bersama pemerintah berkomitmen melibatkan unsur independen, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, serta lembaga swadaya masyarakat. Hal inimenunjukkan keseriusan pemerintah untuk menghadirkan proses investigasi yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tim investigasi diharapkanmampu menghasilkan rekomendasi yang objektif dan menjadi acuan dalampenyelesaian kasus secara adil.

Langkah cepat pemerintah dalam merespons desakan publik juga patut diapresiasi. Dalam waktu singkat setelah demo berakhir, DPR segera membahas dan memutuskan untuk membentuk tim investigasi. Hal ini membuktikan adanyakepekaan pemerintah terhadap suara rakyat serta komitmen untuk mencegahterulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan bahwa menjaga stabilitas nasionaltidak berarti membungkam aspirasi rakyat. Justru, melalui pendekatan investigasiindependen yang inklusif dan transparan, pemerintah berusaha memperkuatkepercayaan publik, meneguhkan persatuan, serta memastikan bahwa keadilanditegakkan demi kepentingan bangsa secara keseluruhan.

)* Penulis merupakan Pemerhati Isu Keamanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif UMKM dalam Paket Ekonomi 2026 Jaga Daya Beli dan Lapangan Kerja

Mata Indonesia, Jakarta – Memasuki tahun 2026, pemerintah memastikan kelanjutan kebijakan stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus...
- Advertisement -

Baca berita yang ini