Mau Jadi Entrepreneur saat Pandemi? Bisa Kok

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjadi entrepreneur di saat konidisi normal saja susah-susah gampang, apalagi kini sedang pandemi. Tenang saja, coba ikutin tips dari Yoga Kartika Wulan.

Menjadi entrepreneur dengan membuka bisnis sendiri tidak mesti dilakukan mereka yang sudah mapan. Generasi Z dan milenial pun bisa menjadi entrepreneur. Ada berbagai alasan di balik keputusan seseorang menjadi entrepreneur.

Ada yang ingin menambah pemasukan, ada yang merasa punya bakat dagang atau jualan, bahkan ada juga yang awalnya hanya coba-coba. Tak semuanya entrepreneur hanya fokus pada bisnisnya. Banyak juga yang sudah punya pekerjaan tetap, tapi tetap ingin mempunyai bisnis.

Salah satunya adalah Yoga Kartika Wulan. Dia sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai PR Marcomm. Tapi, dia tetap menggeluti dunia bisnis di luar pekerjaannya dengan membuka kafe bernama Titik Kongkow.

“Kenapa kerja jadi entrepreneur? Menurut aku apa yang sudah dijalani belum stabil. Jadi untuk menutupi kekurangannya, sambil kerja,” ujar Wulan.

Menjalani dua pekerjaan diakui tidak terlalu menyusahkan dalam hal membagi waktu. Sejauh ini semuanya bisa dijalani dengan baik.

“Tidak ada kesulitan membagi waktu. Ada orang yang saya percaya untuk mengurus operasionalnya. Jadi aku bisa fokus ke pekerjaan,” katanya.

Ide membuka usaha muncul dalam benak Wulan dan partnernya, Faris, ketika masa pandemi pada Maret 2020. Banyaknya kantor yang menerapkan Work from Home dan pegawai mulai di-PHK, akhirnya terpikir membuka bisnis di bidang food and beverages.

“Jadi terpikir bikin usaha pas pandemi Maret 2020. Karena kita nggak tahu kapan Covid-19 berakhir dan nggak bisa cuma berharap doang kapan selesainya (pandemi). Akhirnya aku dan partner ngobrol-ngobrol kita bikin apa ya supaya penghasilan nggak stuck di sini aja. Pengeluaran besar tapi penghasilan stuck,” ungkapnya.

Ada beragam menu yang dijual di Titik Kongkow, mulai dari makanan ringan, makanan berat, kopi, dan segala jenis minuman lainnya.

“Makanannya lumayan lengkap. Dari yang mengenyangkan ada, yang hanya untuk nongkrong-nongkrong juga ada. Jadi semua happy-lah,” ujarnya.

Salah satu kendala dalam membangun bisnis adalah uang. Terkadang, untuk menutupi biaya operasional saja sulit. Menurut Wulan, Titik Kongkow miliknya masih bisa survive di tengah pandemi, karena biaya operasionalnya masih bisa ditutupi.

“Tantangan yang paling sulit adalah mempertahankan, seperti pelayanan. Kita nggak mau orang datang pertama kali, terus tidak mau balik lagi. Kemudian dari segi makanan, konsistensi kita nggak boleh berubah dari awal sampai berjalan. Seperti kata orang, mempertahankan lebih sulit daripada membangun,” ucapnya.

Wulan memberikan tips untuk kamu yang ingin menjadi entrepreneur. Hal paling utama adalah, tidak boleh mudah menyerah.

“Biasanya anak milenial itu pas (usahanya gagal) udah ah, males. Ganti lagi. Menurut aku harus percaya diri, semangat, ambil berani risiko, dan mendapat dukungan dari orang terdekat,” katanya.

Untuk lebih lengkap bagaimana Wulan dengan Titik Kongkow-nya bisa bersaing dengan kompetitor dan tips-tips dalam membuka usaha di tengah pandemi, bisa disaksikan selengkapnya di video berikut:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stok BBM Subsidi Tetap Aman, Komitmen Pemerintah Jaga Kebutuhan Energi Rakyat

Oleh: Rizky MahendraKetersediaan bahan bakar minyak yang tetap terjaga menjadi salah satu bukti nyata keseriusanpemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Keberhasilan menjaga pasokanBBM selama setahun terakhir patut diapresiasi karena mampu memberikan kepastian bagi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi nasional yang terus bergerak. Masyarakat pun diajak untuk menggunakan energi secara bijak agar ketahanan energi nasional tetap terpelihara.PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi jenis Pertalite berada dalam kondisiaman dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia. Distribusi BBM ke jaringan SPBU juga berjalannormal sesuai penugasan pemerintah dengan dukungan sistem logistik dan infrastruktur energiyang terintegrasi dari Sabang hingga Merauke. Kondisi tersebut menjadi bagian dari upayapemerintah menjaga kebutuhan energi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi dandinamika global.Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwaperusahaan terus mengoptimalkan rantai pasok energi melalui dukungan terminal BBM, fasilitaspenyimpanan, armada distribusi, serta sistem pemantauan yang terhubung secara nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhisecara berkelanjutan.Roberth MV Dumatubun juga menegaskan bahwa pemantauan terhadap stok dan penyaluranBBM dilakukan secara real time di seluruh wilayah Indonesia. Dengan dukungan jaringaninfrastruktur yang tersebar di berbagai daerah, Pertamina dapat merespons dengan cepat apabilaterjadi peningkatan kebutuhan pasokan di suatu wilayah. Koordinasi dengan seluruh unit operasidi delapan regional pun terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga pelayananenergi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusiapabila terjadi peningkatan konsumsi BBM di daerah tertentu. Penyaluran BBM subsidi jugaterus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat diimbau menggunakan energi secarabijak dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukan kendaraan masing-masing agar program subsidi pemerintah dapat berjalan secara tepat sasaran.Keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi selama setahun terakhir menjadi salahsatu capaian penting yang memberikan rasa aman bagi masyarakat. Di tengah berbagai tantanganglobal, pemerintah mampu menjaga kelancaran distribusi dan mempertahankan ketersediaanBBM sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan. Kondisi tersebut turutberkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonominasional.Komitmen serupa juga ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang memastikan pasokan BBM di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berada dalamkondisi aman. Seluruh sarana dan fasilitas yang mendukung distribusi energi di kawasan tersebutberoperasi secara normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.Area Manager Communications, Relations and CSR Regional Jawa Bagian Barat PertaminaPatra Niaga Susanto August Satria menyampaikan bahwa perusahaan melakukan pengaturandistribusi secara lebih terukur dengan memprioritaskan pengiriman mobil tangki ke SPBU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini