Oleh : Ravisya Darasya )*
Indonesia kembali menorehkan sejarah penting dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan izin kepada Indonesia untuk memiliki lahan dan properti di Kota Suci Makkah. Langkah bersejarah ini menjadi tonggak kuat kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, kenyamanan, dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah asal Tanah Air melalui pembangunan Kampung Haji Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung kabar monumental tersebut saat menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang memperoleh kehormatan memiliki lahan di Makkah setelah Pemerintah Arab Saudi melakukan penyesuaian regulasi khusus. Menurut Presiden Prabowo, kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan luar biasa dari Arab Saudi kepada Indonesia, sekaligus menandai babak baru hubungan strategis kedua negara.
Kampung Haji Indonesia dirancang sebagai kawasan hunian khusus bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun. Pada tahap awal, akan dibangun sekitar seribu kamar dengan standar hunian yang layak dan nyaman, kemudian dikembangkan secara bertahap hingga mampu menampung puluhan ribu jemaah. Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan terbaik serta hunian yang manusiawi, sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Presiden juga menjelaskan bahwa langkah Indonesia ini telah memicu ketertarikan negara-negara lain untuk mengikuti jejak serupa. Namun demikian, Indonesia akan menjadi pelopor dengan Kampung Haji pertama yang berdiri di Makkah. Inisiatif ini bukan hanya simbol prestasi diplomatik, tetapi juga wujud nyata keberpihakan negara terhadap kebutuhan umat Islam Indonesia yang setiap tahun mengirimkan jemaah haji terbesar di dunia.
Acara Mujahadah Kubro sendiri berlangsung pada 7–8 Februari 2026 dan menjadi puncak rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur. Kegiatan akbar tersebut dihadiri sekitar 105 ribu orang, terdiri dari puluhan ribu pengurus NU se-Jawa Timur dan warga Muslimat NU. Ribuan kendaraan dari berbagai daerah memadati Kota Malang, sementara jajaran Kabinet Merah Putih, para ulama, kiai, serta pengurus besar NU turut hadir. Momentum keagamaan dan kebangsaan ini memperkuat pesan bahwa pembangunan Kampung Haji Indonesia merupakan hasil sinergi nilai keislaman, kebangsaan, dan diplomasi negara.
Dari sisi teknis dan investasi, Pemerintah Indonesia telah melangkah lebih jauh. Danantara melaporkan bahwa pemerintah telah mengakuisisi satu hotel di kawasan Tahrir, Makkah, dengan total 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower. Hotel tersebut memiliki kapasitas sekitar 4.383 jemaah dan menjadi bagian awal dari kawasan Kampung Haji Indonesia. Selain itu, pemerintah juga membeli lahan seluas sekitar 4,4 hingga lima hektare di depan hotel tersebut untuk pengembangan lanjutan.
Di atas lahan tersebut akan dibangun sekitar 13 tower tambahan serta satu pusat perbelanjaan yang diperuntukkan khusus bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Jika seluruh pembangunan rampung, total kapasitas kamar diperkirakan mencapai lebih dari 6.000 kamar dengan daya tampung di atas 23.000 jemaah. Kawasan ini berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram dan akan semakin mudah diakses dengan pembangunan terowongan atau jembatan Al-Hujun yang ditargetkan selesai pada 2026, sehingga memangkas jarak tempuh jemaah secara signifikan.
Sementara itu, pembangunan fisik Kampung Haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada kuartal IV tahun 2026. Proyek ini dikelola secara profesional untuk memastikan keberlanjutan manfaat jangka panjang bagi jemaah Indonesia. Kehadiran Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu menjawab sebagian kebutuhan akomodasi sekitar 200.000 jemaah haji Indonesia setiap tahunnya, sekaligus meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas pelayanan ibadah.
Kesempatan kepemilikan properti di Makkah dan Madinah merupakan keistimewaan yang belum pernah diberikan Arab Saudi kepada negara lain. Hal ini tidak terlepas dari hubungan erat antara Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Pemerintah Saudi juga telah menerbitkan keputusan resmi yang memungkinkan kepemilikan asing atas properti di kota suci, khusus bagi Indonesia. Bahkan, ke depan Indonesia diproyeksikan memiliki kawasan yang jauh lebih luas dengan dukungan infrastruktur penghubung langsung ke Masjidil Haram.
Sementara itu, laporan dari BPI Danantara menginformasikan bahwa Indonesia telah memenangkan proses bidding (lelang/penawaran) dan resmi memiliki hotel sendiri di Makkah. Langkah ini dinilai sebagai capaian luar biasa, mengingat untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan demi memberikan kesempatan kepada sebuah negara untuk memiliki aset strategis di Tanah Suci.
Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, pencapaian ini menjadi simbol kuat kehadiran negara di Makkah. Kampung Haji Indonesia bukan sekadar proyek fisik, melainkan manifestasi tanggung jawab negara dalam melindungi dan melayani warganya di Tanah Suci. Dengan langkah bersejarah ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pelopor, sekaligus memperkuat martabat bangsa di mata dunia Islam.
)* Pengamat Kebijakan Pemerintah



