Makam Bung Karno di Blitar yang Tak Pernah Sepi Peziarah

Baca Juga

MATA INDONESIA, BLITAR – Lebaran adalah saatnya berziarah ke orang tua, kerabat, keluarga yang sudah meninggal. Namun, di Blitar justru Makam presiden pertama RI, Soekarno yang diserbu ribuan penziarah.

Warga yang berkunjung ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur untuk berziarah melonjak pada hari ketiga hingga keempat 4-5 Mei 2022.

Pihak pengelola Makam Presiden Soekarno (Bung Karno) mencatat, setidaknya 5.000 orang berziarah ke Makam Presiden pertama yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar itu selama dua hari.

Peristirahatan terakhir Bung Karno ini berlokasi di jalan Ir. Soekarno no.12, kota Blitar. Selain hari raya seperti lebaran, makam seluas 1,8 hektar tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung maupun peziarah.

Soekarno  wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Keinginan Bung Karno sebenarnya ingin dimakamkan di bawah pohon yang rindang dan gemericiknya air yang mengalir di bawahnya. Lokasi yang diinginkan Bung Karno itu disebut berada di daerah Periangan. Kemungkinan yang dimaksud Bung Karno adalah di Istana Batu Tulis, Bogor. Namun oleh Presiden Indonesia saat itu  Soeharto, Soekarno terpaksa dimakamkan di Blitar.

Pemerintah saat itu kemudian membangun makam tersebut. Desain bangunan utama menggunakan arsitektur khas jawa berupa bangungan Joglo dengan kombinasi atap sisik ikan khas sunda. Selain makam Bung Karno, terdapat pula makam Ayah dan Ibu Bung Karno. Dalam komplek makam bung karno terdapat 3 bangunan. Satu merupakan makam tempat para peziarah berkumpul. Selain itu juga terdapat musala di bagian baratnya. Serta sebuah bangunan agak lapang dengan maket kawasan makam pada bagian timurnya.

Dulu terdapat sekat kaca di sekeliling tiang penyangga Joglo. Saat KH Abdurrahman Wahid menjadi presiden, kaca penyangga tersebut kemudian lepas sehingga siapapun bisa langsung berdoa di makam ini.

Reporter: Fadila Aliah Hakim

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini