Lempar Baju dan Topi Karena Prabowo Lebih Sayang Kacamatanya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto memberikan baju dan topi yang dia kenakan kepada massa di Bandung karena tidak ingin memberikan kacamatanya.

Itu terungkap saat dia hendak melemparkan baju berkantung empat kesukaannya dan topi bergaya koboi dari panggung kampanye di Lapangan Sidolig, Bandung.

“Saudara saudara sekalian saya tidak bisa kasih kaus untuk kalian semua jadi saya kasih baju saya aja. Maaf cuma satu yang saya pakai, Kalau kaca mata saya jangan,” ujar Prabowo kepada massa pendukungnya, Kamis (28/3/2019).

Sebelumnya dia sempat pidato dengan gaya khasnya. Tiba-tiba saja Prabowo menghentikan orasinya lalu membuka baju dan topi yang dikenakannya.

Usai melepar baju dan topi, Prabowo mengaku terharu sebab meski hingga saat ini dia dan timnya belum bisa memberikan kaus kampanye. Meski begitu dia yakin masyarakat Indonesia tetap mendukungnya.

Prabowo mengaku terharu karena semua persiapan dan atribut kampanye di tempat itu dibuat swadaya oleh pendukungnya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini