Kesadaran Publik Kunci Stabilitas Jelang Pilkada 2024

Baca Juga

Mata Indonesia, Bandung – Menjelang peralihan presiden dan Pilkada serentak 2024, pemerintah menekankan pentingnya kesadaran publik untuk menangkal pengaruh negatif kelompok kepentingan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional. Berbagai kelompok ini sering memanfaatkan situasi transisi politik untuk memicu ketegangan sosial dengan menyebarkan hoaks dan propaganda.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, “Kami terus meningkatkan patroli siber untuk mendeteksi disinformasi yang dapat memecah belah masyarakat menjelang Pilkada dan peralihan presiden,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/09/2024).

Analis politik Dr. Hendro Wibowo juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat. “Kesadaran publik adalah kunci. Masyarakat harus kritis terhadap informasi yang beredar, terutama di media sosial, agar tidak mudah terprovokasi,” ucapnya.

Generasi muda juga diharapkan aktif sebagai agen perubahan dalam menangkal disinformasi dan menjaga keutuhan bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Program Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Fokus Cegah Perundungan dan Bangun Kemandirian

*) Oleh : Gavin AsaditPemerintah terus memperkuat desain pembangunan sumber daya manusia melaluipendekatan yang tidak hanya menekankan akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang sehat. Dalam pengembanganSekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas sosial, pemerintah mulaimemperluas pendekatan pendidikan berasrama dengan menambahkan penguatanpendampingan karakter bagi peserta didik. Salah satu langkah terbaru yang dijalankan pada 2026 adalah pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) untukmendampingi siswa Sekolah Rakyat dalam proses adaptasi kehidupan berasrama, pembentukan kemandirian, serta pencegahan perundungan. Pemerintah menilaibahwa pendidikan yang efektif tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus membangun lingkungan yang aman, tertib, dan mendukungperkembangan karakter peserta didik. Program pendampingan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem SekolahRakyat yang dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan dan memperluas kesempatan pendidikan yang lebih setara. Dalam pelaksanaannya, sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II diterjunkan untuk mendampingi siswa di 178 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pendampingan dijadwalkan berlangsungselama lima hari pada periode 3 - 8 Agustus 2026 dengan pendekatan berbasiskehidupan asrama dan pembiasaan karakter sehari-hari. Pemerintah menegaskanbahwa kehadiran para taruna bukan untuk mengambil alih fungsi guru atau mengubahorientasi pendidikan, melainkan membantu siswa membangun kemampuan adaptasidan kemandirian sejak awal memasuki lingkungan baru. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa pelibatan tarunadilakukan berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalani sistem kehidupanberasrama yang disiplin dan terstruktur. Menurutnya, pengalaman tersebut relevanuntuk membantu siswa Sekolah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini