Kekuatan Hollywood Tergeser Film Asia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini Cina resmi menjadi pasar film terbesar di dunia. Mereka berhasil menandingi pasar film Amerika Serikat. Padahal mulanya, dunia seakan tunduk pada imperialisme budaya Amerika. Namun saat ini, film Asia pun sudah mulai menunjukkan eksistensinya dan secara perlahan menggeser film Hollywood.

Mike Goodridge, Direktur Bidang Artistik pada Festival Film Internasional Makau pada Desember 2021 mendatang, mengatakan bahwa hal ini terjadi berkat badai pandemi Covid-19 yang menghunjam 2020.

Ia menjelaskan pergeseran dominasi film Hollywood ke film Asia sudah terjadi. Hal ini karena banyak produksi film-film Hollywood yang tertunda. Sehingga para penonton banyak beralih mencari tontonan lain.

Seperti film berjudul ‘Parasite’.  Film produksi Korea Selatan, yang menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang meraih penghargaan terbaik Piala Oscar. Kesuksesan ‘Parasite’ di kancah dunia juga berhasil menyeret pamor dua film pendek ‘Incoherence’ (1994) dan ‘Influenza’ (2004), garapan sutradara Bong Joon-ho yang membuatnya terkenal di Korea Selatan.

Orang-orang Korea memang memiliki minat dan kecintaan yang tinggi terhadap film. Sehingga tak mengherankan, jika jumlah penonton bioskop di Korea menempati jumlah per kapita tertinggi di dunia.

Film-film Korea memberikan penekanan yang kuat pada peran satu individu di dalam keluarga. Sementara film-film Cina dan Jepang memberikan penekanan pada teknologi, sains, dan pendidikan.

Film ‘Crazy Rich Asians’  berdasarkan novel karya Kevin Kwan asal Asia, juga menjadi salah satu film yang laris di seluruh dunia dengan penghasilan hampir USD 200 juta.

Lalu baru-baru ini, serial ‘Killing Eve’ dengan bintang Sandra Oh dan Awkwafina, akan tayang di Netflix. Penulis skenario ‘Crazy Rich Asians’, Adele Lim, kabarnya akan bekerja sama dengan Hikari, produser sekaligus sutradara Jepang, untuk menggarap drama romantis berjudul ‘Lost for Words’. Ia juga turut menulis animasi Disney baru berjudul ‘Raya and the Last Dragon’.

Le selaku Direktur Bidang Artistik untuk Festival Film Internasional Hawaii yang berlangsung bulan ini, mengatakan jika tahun 2021 ini dalam Academy Awards, Asia masih memiliki sesuatu yang dapat diunggulkan.  Karena masih banyak film produksi lokal yang dapat meraih status ketenarannya.

Seperti film ‘Nomadland’, yang meraih predikat film terbaik. Meski lokasi film tersebut berada di Amerika Serikat, namun penggarapnya sendiri, Chloe Zhao lahir dan dibesarkan di Cina. Ia akan menjadi perempuan kedua yang meraih status sutradara terbaik.

Tak hanya itu, satu hal yang membanggakan, novel berjudul ‘Dial A for Aunties’, karangan penulis Indonesia, Jesse Q Sutanto, dibeli Netflix.

Novel itu mengisahkan seorang perempuan Indonesia keturunan Cina bernama Meddelin Chan, yang tidak sengaja membunuh kencan butanya. Ia dibantu oleh  ibu dan tantenya untuk melenyapkan jasad pria tersebut di tengah pesta pernikahan mewah khas Indonesia yang dihadiri ribuan tamu undangan, yang digelar di sebuah pulau di dekat California, Amerika Serikat. Di saat yang bersamaan, Meddelin juga dibuat galau dengan kemunculan mantan kekasihnya di tengah kekacauan tersebut.

Di filmnya nanti, Jesse yang akan menjadi produser eksekutif. Sementara sutradaranya adalah Nahnatchka Khan, sutradara yang pernah menggarap serial televisi ‘Fresh off the Boat’.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

AMN Manado Bangkitkan Etos Pemuda Jadi Cendekia Cerdas dan Terhormat

Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado membangkitkan etos para pemuda untuk menjadi cendekia yang cerdas dan terhormat, sehingga mereka terampil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini