Jamu dalam Balutan Kekinian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jamu merupakan minuman tradisional khas dari Indonesia. bukan hanya sekedar minuman warisan tempo dulu, jamu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Meski demikian, kini racikan jamu tak lagi dibuat secara manual. Mengikuti perkembangan zaman, jamu mulai dikemas dan memiliki label yang jauh lebih modern.

Sudah banyak kedai jamu yang memproduksi jamu siap minum. Bahkan jamu saat ini bisa dibeli dalam kemasan botol, sama halnya dengan kopi. Tapi gak usah takut, walau dijual dalam kemasan botol, tetap tidak mengurangi khasiat dari jamu tersebut.

Tidak hanya dalam kemasan botol saja, jamu juga ada dalam kemasan celup sachet seperti teh celup. Dalam satu kemasan celup tersebut, terdapat serbuk jamu yang siap untuk dikonsumsi. Jamu sachet ini sangat mudah untuk dibuat. Kamu cukup menyeduhnya ke dalam segelas air panas.

Ini salah satu inovasi baru untuk menikmati jamu kemasan. Jamu dikemas sebagus mungkin untuk menarik kaum milenial agar dapat melestarikan budaya minum jamu.

Salah seorang pemilik Usaha jamu bernama Adit mengatakan, saat ini konsentrasi kaum milenial adalah soal kesehatan.

“Kebanyakan mereka itu berada di sekitar usia 20-an sampai 40-an. Mayoritasnya pun masih perempuan, walaupun laki-laki juga ada,” ujarnya, melansir Healthpedia.

Reporter: Indah Nursaliha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini