Inilah Orang-orang yang Didengar Vladimir Putin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam menentukan keputusan untuk sebuah negara, Kepala Negara berkonsultasi atau mendapat bantuan dari staf dan menteri-menterinya.

Hal itu juga terjadi pada Rusia. Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia juga berkonsultasi ketika dia membuat keputusan-keputusan penting bersama dengan sekelompok menteri dan kepala badan keamanan pemerintahan. Lazimnya orang-orang terdekat Presiden Rusia ini penyebutannya adalah ‘siloviki’.

Keputusan untuk hal yang paling penting bagi negara, terutama kebijakan internal dan luar negeri, biasanya Rusia mengambilnya dengan melakukan pertemuan bersama Dewan Keamanan terlebih dahulu.

Dewan Keamanan Rusia terdiri dari ‘siloviki’ atau kekuasaan teratas seperti Kepala Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) dan Intelejen Asing, menteri dalam negeri, menteri luar negeri dan pertahanan, perdana menteri dan pembicara dari dua majelis parlemen.

Beberapa dari ‘siloviki’ telah mengenal dan bekerja dengan Putin dalam jangka waktu yang lama. Mereka adalah

  • Sekretaris Dewan Keamanan Nikolay Patrushev

Nikolai dan Vladimir Putin dulunya adalah anggota dinas rahasia Uni Sovyet KGB. Mereka berteman sejak di Leningrad dari tahun 1970-an.

Pada 1999, Patrushev menggantikan Putin sebagai kepala FSB (penerus KGB) dan tetap di posisi ini sampai 2008. Patrushev sangat dekat dengan Putin dan paling didengar nasihatnya.

  • Kepala Dinas Keamanan Rusia (FSB) Alexander Bortnikov

Vladimir Putin mengenal dan berteman dengan Bortnikov sejak di KGB. Sekarang ini ia adalah kepala FSB pada 2008, menggantikan Patrushev.

Pria ini berada di balik berbagai operasi kontra-intelijen dengan pengalaman puluhan tahun.  Keterangan sumber di dalam FSB menyebutkan bahwa presiden Rusia cenderung mempercayai laporan intelijen yang dia terima dari FSB daripada sumber informasi lainnya. FSB memiliki pengaruh di sejumlah kementerian penegakan hukum lainnya, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kantor Kejaksaan Agung.

Dinas Keamanan Rusia ini juga memiliki pasukan khusus sendiri, yang setara dengan SAS Rusia. Di antaranya adalah kelompok elit Alfa dan Vympel.

  • Kepala Intelijen Luar Negeri Rusia Sergey Naryshkin

Salah satu orang kepercayaan Putin adalah Kepala Intelijen Asing Sergei Naryshkin. Ia dan Putin bertugas bersama selama di Markas KGB Leningrad.

Meskipun menjadi kepala mata-mata, dia adalah pejabat publik yang relatif dekat dengan media.  Mereka yang mengenal secara pribadi Naryshkin akan mengatakan bahwa dia loyal pada Putin dan secara alami seorang perwira yang terbiasa mematuhi perintah dan mengikuti segala sesuatu yang sudah digariskan.

Latar belakang dinas keamanannya, kecerdasannya yang tajam, dan pengalaman profesionalnya telah membantunya dalam menavigasi orang-orang di lingkaran dalam. Putin mengandalkan laporan intelijen yang disediakan oleh agen-agen Naryshkin.

  • Menteri Pertahanan Sergei Shoigu

Hubungan Sergei Shoigu dan Putin sebenarnya biasa-biasa saja. Namun Putin merasa nyaman dengan Shoigu meski saat di KGB dulu mereka hanya saling mengenal namun tidak berteman.

Shoigu pernah memimpin GRU, badan intelijen militer Rusia, yang dalam operasinya meracuni mantan agen Rusia, Sergei Skrypal, di Inggris pada 2018.

Shoigu juga diduga dibalik aksi meracuni sosok opososi Rusia, politikus Alexei Navalny di Siberia pada 2020. Kedekatan keduanya terlihat saat liburan. Biasanya mereka secara teratur pergi berlibur bersama ke Siberia, tempat asal Shoigu.

  • Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Orang yang paling dihormati Putin di jajaran pemerintahan Rusia adalah Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov. Meski ia berada di sisi berlawanan dari pendekatan Bortnikov dalam hal penggunaan kekuatan dalam hubungan politik (hawkishness).

Savrov adalah salah satu diplomat Rusia yang paling berpengalaman. Ia membantu Putin sejak berkuasa dari 2004.

Mereka adalah 5 orang terdekat Putin. Mereka telah bekerjasama dengan Putin di St Petersburg atau Leningrad, markas besar KGB pada 1970-an.

Hubungan dekat antara Putin dan mereka mungkin saja membuat pendapat mereka lebih didengar. Pendapat yang menjadi kesukaan Putin adalah hal-hal mengenai keputusan kebijakan luar negeri.

Ada sebuah keterangan yang bersumber dari FSB bahwa Presiden Rusia cenderung percaya pada laporan intelijen FSB daripada informasi dari sumber lain. FSB memang berpengaruh di beberapa kementrian penegakan hukum lain.

Terdapat dinamika yang terjadi di dalam Dewan Keamanan. Yaitu mengenai permintaan pengakuan dua republik di Ukraina timur wilayah kelompok separatis. Hal tersebut terjadi pada pertemuan terakhir yang Dewan Keamanan.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat senior Rusia duduk di setengah lingkaran dan tampak canggung di depan Vladimir Putin ketika dipanggil satu per satu untuk ditanyai mengenai beberapa hal.

Di dalam pertemuan itu tidak hanya satu tim saja, namun beberapa tim. Perbedaan pendapat antar tim memberi kemungkinan yang besar dalam menimbulkan konflik satu sama lain.

Meskipun mereka adalah teman-temannya, Putin tetap akan menegur kinerja mereka. Salah satunya adalah Kepala Intelijen Asing, Sergei Naryshkin. Ia pernah mendapat teguran ketika pertemuan penting karena tidak “berbicara terus terang” ketika ia menyarankan agar “mitra Barat” bisa mendapat kesempatan lain.

Shoigu, dan Bortnikov adalah satu-satunya anggota Dewan yang biasanya berbicara dua kali selama pertemuan penting itu. Lavrov menyatakan dukungan untuk melanjutkan upaya diplomatik, sementara Shoigu dan Bortnikov lebih bersikap frontal dan bersikeras pada pengakuan kepada kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Selain dengan keamanan negara, Putin juga turut berdiskusi dengan berbagai tokoh penting Rusia, bahkan luar negeri juga. Ia telah mempelajari kalangan elit di Rusia selama bertahun-tahun. Ia juga secara teratur menyusun laporan tentang lingkaran dalam Vladimir Putin, yang dia gambarkan sebagai “Politbiro 2.0”.

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini