Inilah Hebatnya Negara +62, Artis Bisa Kupas Salak Aja Dapat Pujian

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Indonesia dengan segala keunikannya selalu menyajikan cerita seru, menegangkan, dan kadang lebih banyak konyolnya. Seperti yang baru-baru ini tren, tantangan mengupas salak.

Soal mengupas salak ini, awalnya bermula ketika Nia Ramadhani yang tak bisa mengupas buah tersebut, lalu viral di media sosial. Banyak netizen menertawakannya, bahkan menyebutnya manja dan cari sensasi.

Kemudian, bermunculan video tutorial mengupas salak yang ditujukan untuk menyingggung Nia Ramadhani. Salah satunya adalah yang diunggah Raffi Ahmad dalam channel YouTube-nya.

Raffi menantang istrinya, Nagita Slavina untuk mengupas salak. Gigi, sapaan akrab Nagita, pun menerima tantangan dari suaminya. Ia mulai mengupas salak, meskipun sempat bingung kenapa diberi tantangan demikian oleh Raffi.

“Kenapa si? Nggak ngerti. “Kenapa si dengan kupas salak,” kata Nagita sambil terus mengupas salak.

Setelah itu, Gigi berhasil mengupas salak dengan lancar dan seolah sudah terbiasa. Aksinya mendapat pujian dari netizen.

Tapi, sebenarnya apa pentingnya sih memberi pujian untuk seorang artis yang bisa membuka salak? Itu kan bukan prestasi. Kenapa netizen negara +62 tidak menyalurkan energinya untuk mengomentari hal-hal berprestasi di Indonesia, dan lebih memilih menyampaikan pujian pada seseorang yang bisa membuka salak.

Inilah Indonesia, dan segala kelucuannya.

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini