Inilah Hebatnya Negara +62, Artis Bisa Kupas Salak Aja Dapat Pujian

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Indonesia dengan segala keunikannya selalu menyajikan cerita seru, menegangkan, dan kadang lebih banyak konyolnya. Seperti yang baru-baru ini tren, tantangan mengupas salak.

Soal mengupas salak ini, awalnya bermula ketika Nia Ramadhani yang tak bisa mengupas buah tersebut, lalu viral di media sosial. Banyak netizen menertawakannya, bahkan menyebutnya manja dan cari sensasi.

Kemudian, bermunculan video tutorial mengupas salak yang ditujukan untuk menyingggung Nia Ramadhani. Salah satunya adalah yang diunggah Raffi Ahmad dalam channel YouTube-nya.

Raffi menantang istrinya, Nagita Slavina untuk mengupas salak. Gigi, sapaan akrab Nagita, pun menerima tantangan dari suaminya. Ia mulai mengupas salak, meskipun sempat bingung kenapa diberi tantangan demikian oleh Raffi.

“Kenapa si? Nggak ngerti. “Kenapa si dengan kupas salak,” kata Nagita sambil terus mengupas salak.

Setelah itu, Gigi berhasil mengupas salak dengan lancar dan seolah sudah terbiasa. Aksinya mendapat pujian dari netizen.

Tapi, sebenarnya apa pentingnya sih memberi pujian untuk seorang artis yang bisa membuka salak? Itu kan bukan prestasi. Kenapa netizen negara +62 tidak menyalurkan energinya untuk mengomentari hal-hal berprestasi di Indonesia, dan lebih memilih menyampaikan pujian pada seseorang yang bisa membuka salak.

Inilah Indonesia, dan segala kelucuannya.

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini