Ini Kumpulan Cacat yang Dibuat oleh Apple dan Android

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak bisa dipungkiri kalau iPhone dan Smarphone menjadi pesaing utama dalam pasar ponsel global. Meski memiliki beragam keunggulan, namun namanya buatan manusia tentu tak pernah luput dari kelemahan. Bahkan ada sejumlah produk yang dinilai gagal dan cacat di pasar. Berikut daftarnya :

1. Samsung Galaxy Note 7
Rilis pada tahun 2016 dan menjadi produk andalan Samsung saat itu, tapi nyatanya Samsung Galaxy Note 7 malah diketahui meledak oleh beberapa pengguna. Salah satunya pengguna Galaxy Note 7 di Tiongkok yang meledak saat melakukan pengisian daya baterai.

Sejauh ini laporan mengenai kasus meledaknya Samsung Galaxy Note 7 diakibatkan oleh elektroda negatif di bagian sudut kanan atas baterai yang bocor. Kerusakan terjadi pada ujung elektroda diletakan pada kurva yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan korsleting pada komponen baterai.

2. Samsung Galaxy S4
Jauh sebelum Galaxy Note 7 rilis, Samsung pun pernah mengalami kasus serupa dari seri Galaxy S4 yang dilaporkan meledak dan menghanguskan satu ruangan di Hong Kong.

Dilansir dari Xianguo, seorang pria asal Hong Kong bernama Du mengaku bahwa Samsung Galaxy S4 yang dipakainya meledak dan menimbulkan api yang membuat sebuah ruangan di rumahnya hangus terbakar.

3. iPhone X
Sebuah perangkat iPhone X dilaporkan meledak saat penggunanya sedang melakukan update ke iOS 12.1 dan Apple sudah menindak lanjuti laporan tersebut.

Menurut Rahel Mohammed, pemilik perangkat yang meledak itu, iPhone X yang ia miliki selama 10 bulan tiba-tiba meledak di tengah-tengah proses pembaruan iOS. Insiden ini terjadi di Federal Way, Washington AS.

Lewat Twitter, Rahel Mohammed lantas melaporkan Insiden tersebut ke Apple dan langsung mendaptkan respon. Selain menyatakan bukan bahwa itu buikan hal lazim, Apple juga meminta Rahel Mohammed mengirimkan iPhone X-nya yang bermasalah agar bisa diselidi lebih lanjut.

4. Apple Watch SE
Beberapa pengguna Apple Watch SE di Korea Selatan melaporkan adanya panas belebihan (Overheating).
Beberapa melaporkan kondisi panas tersebut terjadi pada saat jam tangan sedang mengisi daya. Sementara lainya menyatakan bahwa mereka merasakan sensasi terbakar ketika menggunakan jam itu di pergelangan tangan.

Kerusakan itu mulai muncul selama beberapa hari penggunaan dan terlihat ada tanda kerusakan di layar yang ditunjukkan noda kuning di sudut layar. Kerusakan kemungkinan berasal dari area atas konektor, di antara Taptic Engine dan Digital Crown
Dari enam pengguna yang melaporkan permasalahan ini, tiga pengguna dilaporkan sudah mendapatkan refund dari Apple langsung.

Reporter Magang : Rifky Priyambudi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Hijau, Jalan Baru Pemerintah Menciptakan Jutaan Lapangan Kerja Masa Depan

Oleh: Naufal AkbarDi tengah tantangan perlambatan ekonomi global, ancaman perubahan iklim, dandinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah, Indonesia membutuhkan strategipembangunan yang tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi jugamenciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, komitmenpemerintah mendorong transformasi ekonomi hijau menjadi salah satu langkahstrategis yang patut diapresiasi karena menawarkan solusi ganda: menjaga lingkungansekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.Selama beberapa dekade, pembangunan ekonomi sering kali dihadapkan pada dilemaantara pertumbuhan dan pelestarian lingkungan. Namun paradigma tersebut kini mulaiberubah. Berbagai negara di dunia membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapatberjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan melalui penerapan ekonomihijau. Indonesia pun semakin menunjukkan keseriusannya untuk mengambil perandalam transformasi tersebut.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kebutuhan terhadap profesi berbasiskeberlanjutan akan terus meningkat seiring percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda lingkungan bukan sekadarupaya konservasi, tetapi telah berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baruyang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.Berbagai profesi baru diperkirakan akan tumbuh pesat pada masa mendatang. Mulaidari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, penelitibiodiversitas, analis karbon, spesialis ekonomi sirkular, hingga wirausaha hijau akanmenjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi masa depan. Kehadiran profesi-profesitersebut memperlihatkan bahwa transformasi hijau bukan ancaman bagi dunia kerja, melainkan peluang yang membuka ruang bagi lahirnya jutaan pekerjaan baru yang lebih berkualitas.Komitmen pemerintah ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden PrabowoSubianto yang menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menujuIndonesia Emas 2045. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanyaberorientasi pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikanbahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih inklusif dan berkelanjutan.Potensi penciptaan lapangan kerja hijau semakin besar karena Indonesia memilikimodal yang sangat kuat. Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantaiterpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki sumber daya yang dapat menjadi fondasipengembangan ekonomi hijau. Upaya menjaga hutan, melindungi gambut danmangrove, mengelola sampah, menjaga kualitas sungai dan laut, hinggamengembangkan ekonomi sirkular bukan hanya penting untuk lingkungan, tetapi jugaberpotensi menciptakan rantai ekonomi baru yang menyerap banyak tenaga kerja.Salah satu contoh konkret dapat dilihat dari target pemerintah untuk mencapaipengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mendorong pengembangan berbagai teknologi pengolahan sampah sepertiRefuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hinggateknologi pirolisis. Pengembangan sektor ini tentu membutuhkan sumber daya manusiayang kompeten, mulai dari tenaga teknis, operator, peneliti, hingga pelaku usaha yang bergerak dalam industri daur ulang dan ekonomi sirkular.Optimisme terhadap ekonomi hijau juga mendapatkan dukungan dari berbagaikalangan. Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, berpandanganbahwa biaya mempertahankan model pembangunan lama justru semakin mahaldibandingkan melakukan transisi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, ekonomi hijauharus dipandang sebagai peluang besar untuk menciptakan sumber pertumbuhanekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai lembaga internasional. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai sistemekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial sekaligusmengurangi risiko lingkungan. Sementara World Bank memperkenalkan konsepinclusive green...
- Advertisement -

Baca berita yang ini