Ini yang Dirasakan Milenial Indonesia Selama Pemerintahan Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Peran serta milenial kini sangat diperlukan bagi kemajuan bangsa. Kaum millenials tentunya diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih positif bagi negara kedepannya.

Bagaimana dengan milenial di Indonesia? Tentunya pemerintah sebagai pembuat kebijakan telah memberikan ruang untuk millennials untuk berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan negara.

Lalu apa saja yang sudah diberikan negara untuk para milenial? Ini dia rangkumannya:

1. Pemerintah Minta Milenial Kawal Politik di Indonesia

Belum lama ini Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia telah selesai dilaksanakan. Selama masa kampanye kemarin, generasi muda diminta pemerintah untuk mengawal proses demokrasi yang sedang berlangsung tersebut. Bahkan hingga Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin diumumkan menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pun, kaum milenial diminta untuk mengawal segala program yang akan dijalankan pasangan baru tersebut.

2. Peluang Milenial untuk Berbisnis

Tidak ada batasan usia untuk memulai bisnis. Milenial pun dianggap bisa membuka peluang tersebut. Diketahui dalam bidang pendidikan, pemerintah sudah memasukan pelajaran kewirausahaan di jenjang sekolah menengah kejuruan. Tidak perlu modal yang besar, bisnis bisa dimulai dari hal-hal kecil asalkan kalian kreatif dan berani beda dari yang lain.

(Baca Juga: Ini Istimewanya Plaza Jokowi di Tengah Hutan Kalsel)

3. Menyediakan ruang terbuka sebagai sarana ekspresi diri

Pemerintah berkomitmen selalu memberikan ruang berekspresi untuk anak-anak muda dalam mengembangkan kreativitas mereka. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi turut mengerahkan BUMN demi menampung kreativitas anak-anak muda Indonesia.

So, dari semua kebijakan pemerintah yang ada,  sudahkah kalian rasakan dampak positif para milenial Indonesia?

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini