Hanya Berjarak 3,8 KM, Dua Pulau Ini Ternyata Memiliki Perbedaan Waktu 21 Jam Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Tahukah Kamu ada dua pulau yang sebenarnya memiliki jarak yang lumayan dekat, tapi justru perbedaan waktunya cukup jauh. Pulau itu berada di Kepulauan Diomede.

Dilansir Oddity Central, garis tanggal internasional adalah garis imajiner yang membentang di tengah Samudera Pasifik, menandai perbedaan antara tanggal kalender. Melintasi garis dari timur ke barat, Kamu perlu menyetel jam maju satu hari, sementara menyeberang dari barat ke timur, Kamu akan menyetelnya kembali satu hari.

Garis waktu internasional membentang dari kutub Utara ke Selatan, tetapi tidak lurus melainkan zig-zag, dengan mempertimbangkan berbagai batasan politik.

Kebetulan melewati tepat di antara Kepulauan Diomedes, di Laut Bering, memungkinkan untuk perjalanan melintasi waktu hanya dengan menempuh jarak hanya 2,4 mil atau 3,8 km dengan perbedaan waktu 21 jam.

Kedua pulau berada di dua negara berbeda, Amerika Serikat dan Rusia. Saat tengah hari pada hari Kamis di Little Diomede, Amerika Serikat, sekarang pukul 09.00 pada hari Jumat di Big Diomede, Rusia.

Karena jaraknya hanya beberapa mil, Kamu sebenarnya dapat melihat salah satu Diomedes dari yang lain. Secara teknis berarti Kamu dapat melihat ke masa depan, atau masa lalu, juga.

Biasanya, Kamu harus berlayar atau berenang di antara dua Diomedes, tetapi selama musim dingin, sebuah jembatan es diduga terbentuk di antara keduanya, memungkinkan Kamu berjalan dari satu ke yang lain. Sayangnya, itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Kedua Diomede memang memiliki perbedaan waktu 21 jam, tetapi garis tanggal internasional yang lewat di antara mereka juga bertindak sebagai perbatasan antara Rusia dan Amerika Serikat. Big Diomede, atau “Tomorrow Island”, milik Rusia, sedangkan Little Diomede, atau “Yesterday Island”, adalah wilayah AS.

Perjalanan antara dua pulau dilarang, dan kapal nelayan asing yang terlalu dekat ke kedua sisi terkadang mendapat tembakan peringatan dari tentara yang berpatroli.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini