Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan, Ini Ayat Alquran yang Melarangnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bertebarannya hoax dan isu-isu yang menyerang seseorang sepuluh tahun terakhir ini semakin meresahkan. Tak jarang, orang-orang menggunakan berbagai cara dengan mengatasnamakan agama untuk menyerang pribadi dan karakter orang tersebut.

Padahal, dalam Agama Islam kita harus melakukan perbuatan baik kepada siapa pun.

Namun, demi kepentingan dan uang, sering kali manusia tergoda akan perbuatan yang tak terpuji. Biasanya, tergoda untuk membicarakan orang lain hingga memfitnahnya. Seseorang yang suka memfitnah orang lain secara tak sadar, ia mencelakai dirinya sendiri. Tanpa disadari, cepat atau lambat perbuatan tersebut akan mendapat balasan. Di dalam surat Al-Baqarah: 217, “Fitnah itu besar (kejam) daripada yang melakukan pembunuhan.”

Fitnah merupakan suatu perkataan bohong atau tanpa dasar kebenarannya. Menyebarkan fitnah dengan maksud menjelekkan orang lain, seperti pencemaran nama baik atau dalam bentuk kehormatan lainnya. Oleh sebab itu, dalam Agama Islam melarang umatnya untuk memfitnah orang lain, karena haram. Dalam hukum Islam, penyebutan fitnah atau Al-Qadzaf serta masuk dalam kategori sebagai kejahatan yang sangat besar.

Bagi orang yang suka memfitnah orang lain. Maka akan mendapatkan hukuman yaitu neraka jahanam. Lalu, penyebar fitnah akan mendapat deraan sebanyak 80 kali dan kelak nanti takkan masuk surga. Hukum fitnah itu dosa besar. Sebab dapat membahayakan diri sendiri serta dapat menimbulkan kesengsaraan, keresahan, memutuskan tali silaturahmi, mencelakai orang lain, merugikan orang lain. Adapun surat di dalam Al-Qur’an menjelaskan tentang fitnah sebagai berikut:

Pertama, Surat An-Nur ayat-19:

اِنَّ الَّذِيۡنَ يُحِبُّوۡنَ اَنۡ تَشِيۡعَ الۡفَاحِشَةُ فِى الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ‌ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Dalam surat tersebut orang yang melakukan fitnah akan rugi besar. Karena pelakunya akan mendapatkan dosa besar. Serta Allah maha adil dengan memberikan balasan kepada pelaku saat di dunia maupun di akhirat. Orang yang suka memfitnah, seolah-olah tak berdosa. Padahal perbuatan tersebut mengantarkan dirinya ke dalam jurang kehinaan di dunia ataupun akhirat.

Kedua, surat Al-Hujarat ayat 12 :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

Artinya: “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Ketiga, surat Az-Zumar ayat 32:

فَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنۡ كَذَبَ عَلَى اللّٰهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدۡقِ اِذۡ جَآءَهٗ‌ ؕ اَ لَيۡسَ فِىۡ جَهَنَّمَ مَثۡـوًى لِّـلۡـكٰفِرِيۡنَ

Artinya: “Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?”

Keempat, surat Al-Baqarah Ayat 191:

وَاقۡتُلُوۡهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوۡهُمۡ وَاَخۡرِجُوۡهُمۡ مِّنۡ حَيۡثُ اَخۡرَجُوۡكُمۡ‌ وَالۡفِتۡنَةُ اَشَدُّ مِنَ الۡقَتۡلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوۡهُمۡ عِنۡدَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوۡكُمۡ فِيۡهِ‌ۚ فَاِنۡ قٰتَلُوۡكُمۡ فَاقۡتُلُوۡهُمۡؕ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الۡكٰفِرِيۡنَ‏

Artinya: “Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.”

Kelima, Al-Baqarah ayat 193:

وَقٰتِلُوۡهُمۡ حَتّٰى لَا تَكُوۡنَ فِتۡنَةٌ وَّيَكُوۡنَ الدِّيۡنُ لِلّٰهِ‌ؕ فَاِنِ انتَهَوۡا فَلَا عُدۡوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيۡنَ

Artinya: “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zhalim.”

Reporter: Azizah Putri Octavina

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU Cipta Kerja Kuatkan Fundamental Ekonomi Nasional

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja merupakan salah satu kebijakan penting pemerintah dalam memajukan perekonomian nasional. Undang-undang ini bertujuan untuk menciptakan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini