Di Film 1984, Wonder Woman Belajar Terbang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film Wonder Woman 1984 (WW84) telah diputar perdana di bioskop-bioskop Indonesia. Pada film kedua ini tidak lagi berlatar di era Perang Dunia I, melainkan meloncat jauh berada di periode 1984 ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet tengah gencar-gencarnya mengembangkan senjata nuklir. Film ini kemudian menghadirkan sesuatu yang berbeda dari seri sebelumnya, dengan memperlihatkan Diana yang telah mengembangkan kemampuan barunya.

Beberapa kemampuan Wonder Woman ini antara lain

1. Kemampuan Lasso yang Semakin Meningkat

Selepas melewati babak pengenalan semasa kecilnya di Themyscira, film ini lalu berlanjut dengan memperlihatkan Diana yang tengah melawan para perampok di sebuah mall. Uniknya, saat melawan mereka, Diana menggunakan Lasso of Truth untuk menangkap para penjahat sembari berayun dari satu tiang ke tiang lainnya menggunakan senjatanya itu.

Kemampuan Lasso di film 1984 telah berkembang semakin variatif seiring dengan keahlian bertarung Diana yang sudah meningkat. Di beberapa momen, Diana menggunakan Lasso untuk melawan orang-orang yang mengganggunya, terutama saat ia sedang mengejar Lord Maxwell ketika berada di Mesir. Di bagian itu, Diana berhasil memanfaatkan kemampuan Lasso dengan menepis sebuah peluru yang akan menuju Steve Trevor.

2. Menghilang

Kekuatan barunya yang lain muncul ketika Diana dan Steve Trevor mesti mengejar Lord Maxwell yang sudah berada di Mesir untuk melaksanakan niat jahatnya. Keduanya lalu mencuri jet tempur di sebuah pangkalan pesawat agar bisa cepat berada di sana. Akan tetapi, petugas penjaga pangkalan pesawat tersebut berusaha mencegah keduanya yang hendak bersiap untuk lepas landas. Karena tidak ingin terganggu, Diana lalu berkonsentrasi dengan menggosokan kedua tangannya, dan menempelkannya ke dalam dashboard jet sehingga pesawat yang mereka naiki tak terlihat. Rupanya, Diana memiliki kemampuan untuk mengubah suatu benda menjadi tidak terlihat.

3. Berayun di Antara Petir

Sebagai seorang putri dari Dewa Zeus, maka tak heran jika Diana bisa mengendalikan petir secara baik. Di dalam film ini, Diana memang tidak benar-benar menguasai petir untuk dijadikan sebagai sumber kekuatannya. Namun, saat berupaya mengejar lagi Lord Maxwell, ia terbang ke udara mengayunkan lasso ke petir yang sedang menyambar, dan ia berayun di angkasa memanfaatkan petir yang tengah menggelegar di langit-langit.

4. Terbang

Kemampuan Diana terbang muncul di film ini. Jika di film sebelumnya, Wonder Woman memang tidak pernah diperlihatkan sekalipun memiliki kemampuan terbang. Satu-satunya momen yang membuat orang sempat berpikir kalau Diana mampu terbang adalah saat bagian akhir dari film pertamanya yang mana dia melompat tinggi ke udara, bahkan sampai menyentuh langit.

Selepas berhasil berayun di langit-langit menggunakan lasso dan memanfaatkan petir, keahlian terbangnya di film ini menjadi salah momen terbaik di film ini.

5. Golden Eagle Armor

Berdasarkan cerita di film 1984, Armor berbentuk baju zirah keemasan ini dimiliki oleh seorang pejuang Amazon legendaris yang bernama Asteria. Armor tersebut kemudian berpindah tangan dan dimiliki oleh Diana yang disimpan di apartemennya. Diana menggunakan Armor ini di bagian akhir film ketika dirinya melawan Cheetah, dan lagi-lagi mesti menghentikan Lord Maxwell yang ingin menguasai dunia.

Bentuk armor yang memiliki sayap di kedua sisinya ini sekilas mirip dengan armor para prajurit yang ada dalam serial anime Saint Seiya. Meski begitu, Armor Golden Eagle menjadi kostum paling keren yang digunakan Diana dalam film ini. Baju zirah yang ia kenakan itu berhasil menunjangnya saat harus berhadapan dengan Cheetah yang lincah dengan cakarnya yang tajam.

Reporter: Indah Utami

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini