Deretan Film yang Mengisahkan John Lennon

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA– Industri di dunia film memang tak ada matinya. Jika kamu sedang bosan atau memiliki waktu senggang, kamu dapat menonton sebuah film. Dengan menonton sebuah film kita dapat terhibur dan mendapatkan inspirasi. Apalagi, jika pemain filmnya yang kita sukai. Semakin membuat tambah senang dan bersemangat untuk menonton film. Penggemar John Lennon dapat bernostalgia dengan menonton sebuah film yang mengisahkan nya.

John Lennon merupakan pria kelahiran Liverpool, Inggris 9 Oktober 1940 dan ia meninggal di New York City, Amerika Serikat, 8 Desember 1980 pada usia 40 tahun. John Lennon ini dikenal oleh seluruh dunia sebagai musisi The Beatles. Terdapat film-film yang mengisahkan John Lennon antara lain:

Pertama, Nowhere Boy (2009). Film ini diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson, Kristin Scott Thomas, dan Anne-Marie Duff. Nowhere Boy merupakan sebuah film biografi John Lennon. Sebelum menggapai ketenaran, masa remaja John Lennon tak jauh beda dengan remaja seusia nya di Liverpool, Inggris. Lennon terlahir dalam sebuah keluarga kecil. Namun, tak mendapatkan kasih sayang seutuhnya, karena orangtuanya yang berpisah dan ia terpaksa tinggal bersama bibinya. Di bawah asuhan bibinya, Lennon mendapat didikan yang cukup keras. Bibinya pun tak setuju dengan kegemaran Lennon yang senang bermain musik. Kisah pahit dalam hidupnya kembali harus dialami ketika sang ibu meninggal saat Lennon menginjak usia 17 tahun. Film ini juga menggambarkan bagaimana cikal bakal terbentuknya The Beatles. Mulai dari pertemuannya dengan Paul McCartney, hingga tercetusnya nama The Beatles.

Kedua, The Killing Of John Lennon (2006). Film ini di sutradarai oleh Andrew Piddington dan dibintangi oleh Jonas Ball, Mie Omori, Krisha Fairchild. The Killing of John Lennon masih berkaitan dengan pendiri The Beatles ini. Film ini mengisahkan tragedi penembakan John Lennon oleh seorang fansnya yaitu David Chapman. Pada film berdurasi 114 menit, kamu bakal mengetahui apa motivasi Chapman membunuh John Lennon.

Ketiga, John and Yoko: Love Story (1985). Sutradara dari film ini adalah Sandor Stern dan pemerannya Mark McGann, Kim Miyori, Kenneth Price. Ini film ini cukup lawas karena dirilis tahun 1985. Film ini mengisahkan tentang hubungan percintaan antara John Lennon dan Yoko Ono. Perjalanannya cintanya digambarkan secara detail dan lengkap. Diawali dari pertemuan mereka hingga kematian John Lennon akibat ditembak oleh Mark David Chapman.

Keempat, Lennon Naked (2010). Film ini bergenre biografi, drama dan musik. Disutradarai oleh Edmund Coulthard dan diperankan oleh Christopher Eccleston, Christopher Fairbank, Allan Corduner. Film ini menceritakan biografi John Lennon selama ia berkarier sebagai musisi pada tahun 1967 hingga 1971. Di film sepanjang 82 menit ini, kamu dapat menyaksikan beberapa momen keterpurukan dalam hidup John Lennon. Mulai dari pertemuannya dengan Yoko Ono, LSD, dan momen di mana Lennon mengeluarkan pernyataan kontroversial yang kelak membuat nyawanya melayang.

Reporter: Azizah Putri Octavina

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hingga Pelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)*Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh.Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman.Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global.Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual. Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis.Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda.Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan. Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat.Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini