Mata Indonesia, Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman fenomena iklim El Nino ekstrem yang diprediksi berkembang menjadi “El Nino Godzilla”.
Fenomena ini diperkirakan akan memicu kekeringan panjang serta krisis air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Kulon Progo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi dini untuk membantu masyarakat yang terdampak. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan puluhan tangki air bersih.
“Kami telah menyiapkan sekitar 20 tangki air bersih untuk kebutuhan darurat jika kekeringan mulai terjadi. Persediaan ini masih bersifat sementara dan akan terus kami tambah seiring meningkatnya kebutuhan di lapangan,” ujar Eko Susanto dikutip Rabu 22 April 2026.
Eko menambahkan, mekanisme distribusi air bersih nantinya akan dikoordinasikan secara terpusat melalui BPBD agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Meski hingga saat ini belum ada laporan kekeringan dari warga, sistem pelaporan berjenjang melalui pemerintah setempat telah diaktifkan.
“Distribusi akan diprioritaskan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan. Kami juga akan memastikan kapasitas penampungan air milik warga agar bantuan tidak terbuang percuma,” tegas Eko.
Prediksi Cuaca dan Risiko Kebakaran
Kondisi iklim di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang menunjukkan tren peningkatan suhu. Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan bahwa wilayah DIY diprediksi telah memasuki musim kemarau sejak pertengahan April.
Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang Agustus mendatang. Feriomex menyebut suhu udara di DIY berpotensi mencapai angka 34 hingga 35 derajat Celsius.
“Meski suhu tersebut belum masuk kategori gelombang panas, kondisi cuaca kering dan minim curah hujan tetap berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan. Selain kekeringan, risiko kebakaran lahan juga meningkat signifikan,” jelas Feriomex Hutagalung.
Dampak Sektor Pertanian
Selain krisis air bersih untuk konsumsi rumah tangga, pihak BMKG juga mengingatkan ancaman serius pada sektor pangan.
El Nino diprediksi akan menurunkan ketersediaan air irigasi yang dapat mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Penurunan hasil panen ini dikhawatirkan akan memicu kerugian ekonomi bagi para petani di Kulon Progo. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memetakan wilayah rawan serta menentukan skala prioritas penanganan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan melaporkan segera kepada pihak desa atau kecamatan jika wilayahnya mulai mengalami kesulitan akses air bersih.
Langkah mitigasi komprehensif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak sosial dan ekonomi selama musim kemarau berlangsung.

