Oleh: Aleksx Omiage Yow
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ)
Peristiwa pengibaran Bendera Bintang Kejora di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) harus kami lihat secara jernih dan proporsional. Sebagai mahasiswa, kami memahami bahwa kampus merupakan ruang pendidikan yang harus dijaga sebagai tempat belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mempersiapkan generasi muda Papua untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
Karena itu, kami merasa perlu meluruskan persepsi yang berkembang setelah peristiwa tersebut. Kami tidak ingin mahasiswa USTJ secara keseluruhan ditempatkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh pihak tertentu. Berdasarkan informasi yang kami terima, pengibaran Bendera Bintang Kejora tersebut merupakan inisiatif Komite Nasional Papua Barat (KNPB), bukan tindakan yang dirancang atau digerakkan oleh mahasiswa USTJ secara keseluruhan.
Hal ini penting kami sampaikan agar tidak terjadi generalisasi. Ketika sebuah peristiwa terjadi di lingkungan kampus, bukan berarti seluruh mahasiswa yang berada di dalamnya dapat langsung dianggap sebagai pelaku atau pihak yang bertanggung jawab. Kami menolak cara pandang yang demikian karena dapat merugikan mahasiswa sekaligus mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Kami memahami bahwa pemerintah dan aparat keamanan memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban umum. Dalam konteks Papua, keamanan dan stabilitas merupakan bagian penting untuk memastikan pendidikan, pembangunan, pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, kami tidak menempatkan mahasiswa sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah dalam upaya menjaga keamanan.
Sebaliknya, kami mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua. Kami juga memahami pentingnya aparat menjalankan tugasnya untuk mencegah berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban. Namun, upaya tersebut harus tetap dilakukan berdasarkan fakta, hukum, dan informasi yang jelas sehingga tidak ada pihak yang menjadi korban generalisasi.
Bagi kami, persoalan utama saat ini adalah transparansi. Kami meminta agar seluruh pemberitaan mengenai peristiwa pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ disampaikan secara utuh dan sesuai fakta. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang melakukan tindakan tersebut, serta bagaimana rangkaian peristiwa berlangsung.
Kami juga mendorong aparat kepolisian untuk menjelaskan secara terbuka identitas pihak yang sebenarnya terlibat dalam pengibaran tersebut, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan kepentingan proses penyelidikan. Kejelasan informasi penting agar mahasiswa tidak terus-menerus ditempatkan sebagai pihak yang harus menanggung stigma akibat tindakan pihak lain.
Kami tidak menolak penegakan hukum. Justru kami mendukung proses hukum yang dilakukan secara profesional, objektif, terukur, dan berdasarkan bukti. Bagi kami, penegakan hukum yang transparan akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar.
Kami juga menyadari bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga nama baik pribadi dan almamater. Kami tidak ingin tindakan apa pun mencoreng reputasi mahasiswa maupun USTJ. Sebagai generasi muda Papua, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyikapi setiap persoalan dengan kedewasaan, tanggung jawab, dan cara-cara yang tidak merugikan masyarakat.
Kami percaya kampus harus tetap menjadi ruang akademik yang terbuka, tetapi juga aman dan bertanggung jawab. Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hukum, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas.
Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru memberikan stigma kepada mahasiswa. Mari membedakan secara jelas antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan pihak-pihak yang melakukan tindakan tertentu di lingkungan kampus.
Kami ingin USTJ tetap menjadi tempat lahirnya generasi Papua yang terdidik, kritis, damai, dan mampu berkontribusi bagi Indonesia. Kami mendukung pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus meminta agar mahasiswa diperlakukan secara adil berdasarkan fakta.
Papua membutuhkan generasi muda yang dapat menjadi bagian dari solusi. Kami ingin menjadi bagian dari proses tersebut, bukan menjadi kambing hitam dari sebuah peristiwa yang harus dijelaskan berdasarkan fakta dan hukum.

