Akses Desa Tapsel Kembali Terbuka Berkat Percepatan Penanganan Banjir

Baca Juga

Oleh: Alexander Royce*)

Akses menuju desa-desa yang sempat terisolir akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kini kembali terbuka secara signifikan berkat upaya percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Kemajuan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta sinergi aparat TNI/Polri bersama masyarakat dalam mengatasi dampak bencana alam yang melanda kawasan Sumatra beberapa pekan terakhir. 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembukaan akses yang sebelumnya terputus merupakan bukti komitmen kuat pemerintahan dalam melayani dan mengutamakan keselamatan rakyat. Dalam kunjungannya ke Posko Pengungsian Batu Hula pada Rabu malam menjelang pergantian tahun, Prabowo menyatakan rasa syukurnya atas perkembangan yang dicapai dalam waktu relatif singkat. Ia menyampaikan bahwa ribuan warga yang terdampak kini mulai merasakan manfaat dari kerja cepat pemerintah bersama instansi terkait. 

Menurut Presiden, strategi penanganan yang terintegrasi antara kementerian/lembaga termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta aparat keamanan, telah mempercepat pemulihan kondisi jalan dan jembatan. Prabowo menunjukkan optimisme ketika membandingkan proses pembangunan jembatan darurat yang biasanya memakan waktu hingga satu bulan, kini dapat diselesaikan dalam 10 hari melalui kerja keras tim di lapangan. Hal ini menurutnya merupakan cerminan dari semangat gotong-royong Indonesia dalam menghadapi tantangan berat seperti bencana alam. 

Di hadapan petugas di posko pengungsian, Presiden juga memberikan apresiasi kepada personel TNI/Polri serta relawan yang telah bertugas lebih dari 20 hari tanpa henti untuk membantu warga dan mempercepat pemulihan infrastruktur serta distribusi bantuan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti sampai seluruh layanan dan sarana masyarakat pulih sepenuhnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen tinggi pemerintah dalam memastikan setiap warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. 

Percepatan yang dicapai tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Sebelum Presiden Prabowo menyampaikan perkembangan signifikan itu, Gubernur Bobby melaporkan dari puluhan desa yang sebelumnya terputus, kini hanya tersisa lima desa yang masih membutuhkan penanganan lanjutan. Pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat menargetkan akses ini dapat segera terselesaikan dalam waktu dekat sehingga seluruh warga di Tapsel dapat beraktivitas kembali dengan normal. 

Lebih lanjut, Bobby Nasution berkomitmen bahwa pemulihan tidak sekadar membuka akses jalan. Provinsi Sumatera Utara juga memprioritaskan program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi bagi penduduk terdampak. Ia memastikan bantuan hunian tetap akan diberikan kepada ratusan kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, serta memperluas sejumlah program sosial seperti pendidikan gratis bagi anak-anak korban banjir dan longsor di beberapa wilayah termasuk Tapsel. Pernyataan Gubernur ini menunjukkan bahwa penanganan pascabanjir bersifat komprehensif, mencakup pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. 

Situasi di Sumatra pada akhir tahun lalu memang merupakan tantangan besar bagi pemerintah. Banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan ekstrem telah menimbulkan kerugian luas, menyebabkan ratusan korban jiwa serta ribuan bangunan rusak, dan mengisolasi banyak desa. Pemerintah pusat merespons kejadian ini dengan cepat, menolak untuk menetapkan status darurat nasional namun meningkatkan operasi pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan di berbagai wilayah terdampak secara intensif. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah mampu menyikapi bencana besar tanpa mengendurkan fokus pada percepatan pemulihan wilayah terdampak. 

Reaksi masyarakat setempat atas pembukaan akses dan pemulihan infrastruktur juga sangat positif. Warga menyampaikan harapan besar agar pemulihan jalan dan fasilitas umum terus berlanjut sehingga aktivitas ekonomi dan sosial mereka dapat kembali normal. Banyak keluarga berharap segera kembali ke rumah masing-masing setelah lama tinggal di pengungsian, sekaligus memulai proses rehabilitasi kehidupan mereka bersama keluarga. Kehadiran pemerintah di lapangan untuk berdialog langsung dengan warga memberikan rasa aman dan optimisme baru bagi mereka. 

Ke depan, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana, termasuk peningkatan infrastruktur yang tahan terhadap kondisi ekstrem, serta memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di daerah rawan. Pemerintah optimis bahwa melalui kebijakan yang terarah dan dukungan penuh seluruh komponen bangsa, tantangan bencana alam seperti yang terjadi di Sumatra dapat diatasi dengan baik tanpa meninggalkan warga yang terdampak. 

Dengan momentum pembukaan akses desa yang kembali normal di Tapsel sebagai bukti keberhasilan, suara optimisme terdengar dari berbagai lapisan masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan yang konsisten dalam merespons krisis, pemerintahan mampu menjadikan tantangan sebagai peluang untuk memperkuat solidaritas nasional, meningkatkan kapasitas respons bencana, dan memastikan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Di tengah proses pemulihan yang masih berjalan, semangat gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat menunjukkan Indonesia semakin kuat menghadapi bencana, siap pulih lebih cepat, dan bergerak menuju masa depan yang lebih aman serta sejahtera.

*) Penulis merupakan Pengamat Sosial

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Hadir di Aceh, Masyarakat Dukung Pemulihan Infrastruktur dan Tolak Eksistensi Bendera GAM

Oleh :  Nadia Khalifa )* Kehadiran negara di tengah masyarakat Aceh kembali menemukan relevansinya pada momentum pemulihan pascabencana yang masih berlangsung....
- Advertisement -

Baca berita yang ini