9 Alasan Gemini Ogah Diajak Komitmen dalam Hubungan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi sebagian orang berkomitmen pada orang lain cukup sulit. Ada banyak alasan mengapa orang tidak menyukai komitmen, mulai dari ketakutan akan hal yang tidak diketahui hingga preferensi terhadap spontanitas yang berjiwa bebas.

Nah, kalau menurut astrologi, orang dengan zodiak Gemini lebih suka melajang daripada terikat. Dilansir dari Yourtango, mereka yang lahir antara 21 Mei hingga 20 Juni termasuk dalam kategori fobia komitmen, menurut astrologi.

Kenapa sih Gemini tidak suka dengan komitment? Simak penjelasan berikut:

1. Gemini sangat mandiri.

Gemini sangat mandiri dan sangat menghargai kebebasan mereka. Sebagai bagian dari elemen udara, dia berjiwa bebas di alam dan lebih suka menjalani hidup dengan mudah. Dia ingin bisa melakukan apa yang dia inginkan saat dia mau, dan jika seseorang mencegahnya, dia pasti akan merasa tercekik.

Jika dia melihat tanda-tanda perilaku mengendalikan, dia cukup pintar untuk tidak mengabaikannya. Dia tahu bahwa hubungan dengan orang yang mengendalikan tidak akan pernah berhasil, jadi dia bersedia mengakhiri kemitraan itu.

2. Gampang bimbang.

Wanita Gemini berjuang untuk membuat keputusan yang solid, dan berkomitmen untuk suatu hubungan, tidak terkecuali. Bukan berarti dia tidak melihat hubungan jangka panjang dengan pasangannya, tetapi sebagai pribadi, dia selalu berubah.

Karena kualitas Gemini yang bisa berubah, dia fleksibel dan mudah beradaptasi. Namun, dia juga cenderung berubah pikiran terus-menerus. Butuh beberapa saat bagi seorang Gemini untuk berkomitmen karena dia ingin memastikan bahwa pikirannya tidak akan berubah.

3. Cenderung tidak konsisten.

Mengingat Gemini dilambangkan dengan si kembar, maka wajar jika zodiak ini dikenal memiliki kepribadian ganda. Karena Gemini adalah zodiak yang bisa berubah, dia mungkin takut untuk berkomitmen karena dia khawatir perasaannya akan berubah atau emosinya tidak akan bertahan lama.

Kemungkinan besar, bukan karena dia tidak akan pernah siap untuk berkomitmen, tetapi dia akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama daripada kebanyakan orang untuk siap.

4. Tidak suka rutinitas.

Wanita Gemini mudah bosan dan terus-menerus mendambakan perubahan, yang berarti rutinitas adalah kutukan dari keberadaan mereka. Jika dia terjebak dalam rutinitas, baik sebagai bagian dari pekerjaan atau hubungan, maka dia mungkin akan merasa seperti menjadi gila.

Gemini takut akan monoton, jadi penting untuk menunjukkan kepadanya bahwa bahkan dalam hubungan yang berkomitmen, kegembiraan dan perubahan adalah mungkin.

5. Bisa jadi tidak bertanggung jawab.

Wanita Gemini suka bersenang-senang, tetapi itu tidak selalu menyenangkan. Antara stabilitas dan kegembiraan, dia akan selalu memilih yang pertama. Akibatnya, berkomitmen pada suatu hubungan tampak begitu dewasa adalah bukan gaya Gemini.

6. Dia mengendalikan.

Wanita Gemini mungkin benci dikendalikan, tetapi itu tidak menghentikan mereka untuk mengendalikan orang lain. Dia hanya mempercayai dirinya sendiri untuk melakukan hal-hal dengan benar, sehingga sulit baginya untuk berkomitmen dan mempercayai orang lain sepenuhnya.

Karena Gemini diperintah oleh Merkurius, dia juga akan kesulitan berkomitmen pada seseorang yang terlalu banyak berdebat dengannya.

7. Suka menggoda.

Zodiak dengan eleman udara suka menggoda dan butuh banyak baginya untuk ingin menyerah. Gemini adalah kupu-kupu sosial dan menyukai pujian dan pujian yang datang dengan godaan yang tidak berbahaya.

Gemini juga diperintah oleh Merkurius, planet komunikasi dan pemikiran, yang berarti bahwa dia ekstrovert dan ingin berbicara dengan semua orang. Untuk meyakinkannya agar mengurangi sifat genit dan komitmennya, Kamu harus membuatnya merasa diinginkan dan dicintai.

8. Dia spontan.

Sebagai tanda yang bisa berubah, seorang wanita Gemini terus-menerus mencari perubahan atau petualangan besar berikutnya. Selain itu, sebagai elemen udara, dia menyenangkan dan santai.

9. Dia hidup untuk saat ini.

Dia ingin mengambil setiap kesempatan yang tersedia dan khawatir dia akan kehilangan jika tidak melakukannya. Jika Kamu mencoba membuat Gemini berkomitmen, tunjukkan padanya bahwa alih-alih kalah dalam petualangan dan petualangan, dia sekarang memiliki pasangan dalam kejahatan.

Gimana nih Gemini, bener gak nih?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini