7 Drama Korea dengan Isu Bullying

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Korea Selatan masih terbilang tinggi pada kasus pembullyanya. Tak jarang aksi bullying ini terungkap di dunia hiburan yang mengakibatkan beberapa aktris ataupun aktor mengalami kerugian dalam kariernya akibat pemberitaan itu.

Dalam dunia pendidikanpun tak jarang murid-murid disana mengalami kekerasan fisik maupun mental oleh segelintir oknum pembully yang masih marak terjadi walaupun pelakunya sendiri tidak jauh dari teman sekelas  ataupun senior di sekolah.

Banyak film maupun drama Korea yang mengangkat aksi bullying ini dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih aktif lagi menyuarakan dan memberantas aksi pembullyan dan penindasan yang masih merajalela.

Berikut beberapa drama Korea yang mengangkat isu bully

  1. Who Are You ; School (2015)

Drama Korea yang mengangkat kisah soal bullying ini mengisahkan tentang Lee Eun Bi (Kim So Hyun) yang terus-terusan di-bully oleh Kang So Young (Jo Soo Hyang).

Kang So Young dan teman-temanya  melakukan perundungan kepada Lee Eun Bi Eun Bi dengan berbagai macam cara, mereka  melumuri telur, tepung, dan juga saus caramel ke seluruh badan Eun Bi, Aksi tersebut berhasil membuat Eun Bi frustrasi dan hampir bunuh diri. Di tengah permasalan yang Eun Bi rasakan hadirlah Gong Tae Kwang ( Sungjae BTOB) seorang anak orang kaya yang juga gemar mengganggu teman-temannya di sekolah. Namun, dia menjadi lebih lembut dan perhatian setelah bertemu dengan Eun bi. Gong Tae Kwang menjadi sosok malaikat penjaga baginya dari Kang so Young yang selalu berusaha membullynya.

  1. Angry Mom (2015)

Drama Korea Angry Mom memiliki alur cerita yang berbeda dan unik dari yang lainnya. Mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu rumah tangga yang diperankan oleh Jo Gang Ja (Kim Hee Sun). Ia  memiliki seorang putri SMA, Kim Yoo-jung (Oh Ah Ran). Jo Gang Ja mengetahui putrinya telah menjadi korban bullying teman-temannya. Kemudian dia menyamar sebagai siswa SMA dan masuk ke sekolah untuk melindungi putrinya tersebut.

  1. The Heirs (2013)

Drama korea yang menyuguhkan kisah romansa yang terjadi antara Kim Tan (Lee Minho) dan Cha Eunsang (Park Shin Hye) juga memiliki adegan bully dalam alur ceritanya, Ada satu adegan ketika Choi Young Do (Kim Woo Bin) bersama kedua temannya melakukan perundungan ke salah satu siswa yang lemah dengan melempar bola kasti secara berulang, hingga siswa tersebut ketakutan. Tidak tangung-tangung, Choi Young Do yang terlahir dari keluarga kurang harmonis dan senang menindas siswa lain, juga menganggu Cha Eun Sang yang diketahui berbohong soal status sosial keluarganya. Menariknya, drama ini juga mengajak kamu untuk melihat karakter Cha Eun Sang dalam menghadapi diskriminasi yang diterimanya.

  1. Itaewon Class (2020)

Drama Korea Itaewon Class yang sangat populer di tahun 2020 lalu ini menceritakan tentang aksi pembullyan yang dapat membuat penontonnya geram. Berawal dari kisah siswa SMA Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) yang berkelahi dengan Jang Geun Won karena membully teman sekelasnya yang lain. Jang Geun Won ternyata adalah putra CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung), bos restoran Jagga di mana ayah Park Sae Ro Yi bekerja. CEO Jang Dae Hee menuntut Park Sae Ro Yi untuk meminta maaf kepada putranya, tetapi dia menolak. Karena hal ini, Park Sae Ro Yi dikeluarkan dari sekolah dan ayahnya dipecat dari pekerjaannya sampai meninggal. Drama ini mengisahkan bahwa korban dan pembela bullying bisa bertahan dan membuktikan kemampuannya bertahan, Serial ini di adapatasi dari Webtoon terkenal di negeri gingseng tersebut.

  1. Beautiful World ( 2019)

Drama ini berkisah tentang anak laki-laki bernama Park Sun Ho (Nam Da Reum) yang mengalami bullying di sekolah.Dia diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap sekolah. Ia ditemukan terbaring di lapangan. Keluarga Sun Ho mencoba untuk mencari alasan mengapa dia melakukan mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Kebenaran pun terungkap saat mereka tahu Sun Ho adalah korban bullying.

  1. Sassy Go Go (2015)

Kang Yeon Doo adalah ketua klub Cheers yang berusaha keras untuk memperjuangkan klub yang telah ia dirikan selama ini selama ini, akan tetapi pada suatu hari tempat latihannya direbut oleh kelompok siswa pintar yang diketuai oleh Kim Yeol. Yeon Doo kemudian terlibat banyak perselisihan dengan kelompok siswa pintar. Bahkan seseorang yang ia percaya juga telah menghianatinya dan hanya memanfaatkan kebaikan Yeon Doo saja, Persaingan itu tetap tidak membuat Yeon Doo patah semangat dan terus menghadapi masalah yang ada. Selain itu di drama ini juga banyak terjadinya masalah perundungan atau pembullyan.

  1. Boys Before Flower (2009)

Drama Korea yang legendaris ini sempat populer pada masanya  , Serial yang mengangkat kisah Bully dan romansa ini berawal dari Go Jun Pyo seorang anak konglomerat dan saat ini masih duduk dibangku SMA. Di sekolahnya ia memiliki sebuah gang yang terdiri dari empat pria tampan dikenal dengan gang bernama F4. Walaupun gangnya sangat suka menindas orang, banyak orang yang masih suka dan menyegani ketampanan mereka. Suatu hari ketika kedatangan siswi baru yang bernama Jan Di, saat itulah F4 tidak ada harganya di mata Jan Di. Ia sama sekali tidak ada rasa takut terhadap gang itu. Hingga suatu hari karena terlalu seringnya Jun Pyo membully si siswi baru ini membuat dirinya  tanpa sengaja terlibat perasaan dengan Jan Di.

Reporter : Ananda Nuraini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini