Ada Lima Jenis Hepatitis, Begini Cara Penularannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada lima tipe hepatitis yang dikenal dunia medis. Semuanya diberi nama dengan alphabet yiatu A, B, C, D, E.

Sebanyak namanya, cara penularannya pun berbeda-beda. Hepatitis A dan E, sering muncul sebagai kejadian Luar Biasa, ditularkan secara fecal oral.

Itu adalah cara partikel dalam tinja atau feses yang masuk ke mulut lalu menular dari orang ke orang.

Hal tersebut bisa terjadi akibat perilaku hidup yang tidak sehat dan bisa bersifat akut. Namun penyakit itu bisa sembuh dengan sangat baik.

Sementara hepatitis B, C, dan D ditularkan dengan cara parenteral atau tidak melalui jalur pencernaan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menyebutkan di antara ketiga jenis hepatitis tersebut yang tipe B memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia.

Namun, tidak ada angka yang pasti hanya diasumsikan sekitar 7,1 persen dari penduduk Indonesia. Ketidakpastian itu karena tidak banyak yang berobat.

Menurut Wiendra diperkirakan hanya 3.000 orang yang menyadari dan berusaha mendapat pengobatan akibat hepatitis B itu. Diperkirakan 1 dari 10 orang Indonesia menderita penyakit kronis.

Hepatitis B itu terdiri dari dua jenis yaitu akut dan kronik. Untuk tipe akut seseorang hanya mengalaminya selama 6 bulan setelah seseorang terpapar HBV (virus hepatitis B).

Sedangkan hepatitis kronik adalah penyakit jangka panjang, karena HBV bertahan dalam tubuh seseorang.

Banyak cara seseorang bisa tertular hepatitis B tersebut, tetapi paling banyak melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntuk yang tidak steril.

Selain itu, bisa menular melalui darah atau cairan tubuh lain seperti sperma, cairan vagina, ASI, air mata, ludah hingga cairan sariawan yan telah terinfeksi HBV.

Bahkan janin yang berada dalam kandungan bisa tertular virus itu dari ibu yang mengandungnya.

Sementara gejala yang ditimbulkan hepatitis A dan B secara fisik hampir sama seperti mata dan kulit kuning, serta air kecing berwarna keruh seperti teh. Namun, hepatitis jenis itu memiliki tingkat kematian yang sangat rendah karena penderitanya bisa sembuh sempurna setelah diobati.

Sedangkan, hepatitis B dan C gejala dan gambaran fisiknya mirip dengan hepatitis A tetapi banyak yang tidak menyadarinya karena virusnya bisa bertahan selama bertahun-tahun di dalam tubuh manusia bahkan sejak bayi.

Meski mematikan namun, penyakit itu, hepatitis B dan C tidak menular melalui makanan, alat-alat makan, berpelukan, berciuman, berangkulan, berjabatan tangan, batuk, maupun bersin.

Sehingga menurut Humas RSU Dr Sarjito dalam keterangan tertulisnya tidaklah masuk akal apabila pengidap virus hepatitis B atau C dijauhi, disingkirkan atau dipersulit dalam kehidupan sehari-hari.

Virus hepatitis C ditularkan melalui cara serupa dengan virus hepatitis B. Perbedaannya virus hepatitis C hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya, namun dengan kemajuan pengobatan yang ada saat ini virus hepatitis C bisa dimatikan dan dihilangkan dari tubuh hingga sembuh sempurna.

Saat ini pengobatan terhadap infeksi virus hepatitis B dan C sudah sangat maju. Kedua jenis infeksi virus itu pada prinsipnya sudah bisa diobati.

Pengobatan infeksi virus hepatitis B adalah menggunakan dua jenis obat. Obat suntik yang disebut pegylated interferon tiap minggu hingga 48 minggu atau obat yang diminum tiap hari dalam jangka panjang untuk menekan virus hepatitis B hingga tidak terdeteksi (lamivudine, telbivudine, adefovir, tenofovir, entecavir).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Kamtibmas Papua Menguat Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: Yohanis Wenda*Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, saat ini berada dalam kondisi yang aman, stabil, dan semakinkondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari kerja keras aparat keamanan, dukungan pemerintahdaerah, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Stabilitas yang terus terjagaini menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkankesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menunjukkan komitmen kuatdalam menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah anggota dan masyarakat. Kehadiran beliau dalam apel konsolidasi di Kabupaten Dogiyaimenjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun semangat, kedisiplinan, serta profesionalisme personel di lapangan. Langkah inisekaligus memperkuat kesiapan aparat dalam menjaga keamanan yang menjadi prioritas utamademi terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat.Pendekatan humanis yang dikedepankan oleh jajaran kepolisian juga menjadi faktor pentingdalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui komunikasi yang terbuka dan dialog bersamatokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait, tercipta ruang interaksi yang konstruktif dan saling membangun kepercayaan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalammenjaga keamanan menunjukkan bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi seluruh komponen bangsa.Komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional dan transparan juga menjadi bagianintegral dari upaya menjaga stabilitas. Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa institusi kepolisian berpegang teguh pada prinsip keadilan dan tidakmentolerir segala bentuk pelanggaran hukum. Sikap tegas ini memberikan kepastian hukumsekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sebagaipelindung dan pengayom masyarakat.Dukungan penuh dari Kepolisian Negara Republik...
- Advertisement -

Baca berita yang ini