Liverpool Dikalahkan Arsenal, Van Dijk Tanggung Jawab

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Liverpool dikalahkan Arsenal 1-2 dalam lanjutan Liga Premier Inggris pekan ke-36. Virgil van Dijk mengaku bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Berlaga di Stadion Emirates, Kamis 16 Juli 2020 dini hari WIB, Liverpool sempat unggul lebih dulu melalui gol Sadio Mane. Tapi, dua kesalahan fatal yang dilakukan Liverpool membuat Arsenal bisa membalikkan skor.

Pertama, Van Dijk melakukan backpass ke kiper, Alisson. Bola terlalu lemah dan direbut oleh Alexandre Lacazatte. Dengan mudah, Lacazette mengecoh kiper Alisson dan menceploskan bola ke gawang.

Kemudian, gol kedua terjadi karena kesalahan Alisson. Umpan yang sebenarnya ditujukan ke rekan setim berhasil dipotong Lacazette yang langsung melepaskan umpan tarik ke kotak penalti. Bola diselesaikan dengan sempurna oleh Reiss Nelson.

“Kami memberikan mereka dua gol hadiah. Kami mendominasi dan terus menekan, tapi kami memberikan mereka hadiah dua gol. Setelah itu situasinya sulit untuk bangkit. Jika memberikan lawan gol seperti itu, termasuk saya sendiri, Anda mendapat balasannya,” ujar Van Dijk, kepada Sky Sports, Kamis 16 Juli 2020.

“Gol itu seharusnya tak terjadi, tapi sebelum gol itu terjdai, tak ada masalah. Kami menekan merka dan mencetak gol bagus. Kelengahan membuat kami harus menerima akibatnya dan sialnya kami mengalami itu dua kali,” katanya.

“Saya merasa kami bisa meraih kemenangan dengan nyaman, tapi jika Anda memberikan lawan hadiah dua gol, kalian bisa lihat apa yang terjadi. Saya melakukan kesalahan, saya siap disalahkan. Saya menerima kesalahan itu secara jantan,” tegas Van Dijk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini