Prajurit Wanita Ini Tetap Profesional Meski Alami Hal Tak Terduga, Negara Beri Penghargaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKWA – Sebuah video yang menampilkan sekelompok anggota prajurit wanita Baltic dan cabang militer lain yang tengah baris berbaris menjadi sorotan. Pasalnya, ada salah seorang anggota prajurit yang tetap profesional meski mengalami kejadian tak terduga.

Inisiden ini terjadi Parade Kemenangan di Lapangan utama Kaliningrad, Moskwa, Rusia 24 Juni kemarin. Setidaknya ada sekitar 1.500 prajurit yang mengikuti parade tersebut.

BACA JUGA: Hancur Lebur! Roket Hujani Pangkalan Militer AS di Afghanistan

Dilansi dari Sputnik, Jumat 10 Juli 2020, pasukan berbaris merekam salah satu prajurit wanitanya tetap berbaris secara profesional meski kehilangan salah satu sepatunya. Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter.

Sementara itu, Baltic Fleet’s Press mengonfirmasi bahwa prajurit wanita yang tetap profesional meski berjalan tanpa sepatu itu akan diapresiasi karena tidak mengganggu jalannya parade.

Diketahui, Rusia selalu memperingati Hari Kemenangan Uni Soviet dalam mengalahkan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II 1941-1945. Kemenangan itu dirayakan dengan menggelar parade militer besar-besaran yang juga melibatkan beberapa militer dari negara eks-kolonial Uni Soviet.

BACA JUGA: Potret Prajurit-prajurit TNI AU Cantik, Garang di Lapangan Tapi Punya Wajah Menawan

Perayaan parade seharusnya dilakukan setiap tanggal 9 Mei tiap tahunnya. Namun pada 2020 ini, perayaan parade harus ditunda akibat wabah virus corona.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menunda perayaan kemenangan itu dan menggantinya pada 24 Juni silam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini