Empat Penyakit Paling Umum Dialami Pria Kala Berusia Uzur

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Semasa muda, penting bagi kita, terutama pria, untuk menjaga kesehatan tubuh. Bukan untuk hari ini, melainkan juga untuk masa tua nanti.

Penyakit akan semakin rentan menyerang tubuh yang sudah renta. Tubuh pun akan kesulitan memulihkan kembali kondisinya ketika sudah berusia uzur.

Setidaknya, ada empat penyakit paling umum yang dialami pria ketika beranjak usia tua. Berikut penjelasannya:

1. Disfungsi Ereksi

Ketika memasuki usia senja, kesehatan reproduksi pria akan menurun. Disfungsi ereksi biasanya hampir tak bisa dihentikan. Ya, kamu harus sabar, di usia tua kamu tak bisa menikmati hubungan seksual lagi.

2. Kardiovaskular

Penyakit ini lebih rentan menyerang pria, dibanding wanita. Salah satu masalah kardiovaskular paling umum adalah stroke dan penyakit jantung yang rentan terjadi pada pria berusia 40 sampai 75 tahun.

3. Kebotakan

Tidak semua, tapi kebanyakan pria mengalami kebotakan di usia tua. Hal ini biasanya mengganggu penampilan pria di hadapan umum. Namun, bila kebotakan terjadi di usia dini, segera periksakan ke dokter, barangkali ada masalah serius.

4. Kanker Prostat

Penyakit paling umum lainnya yang sering dialami pria di usia tua adalah kanker prostat.

Berdasarkan penelitian, pria yang berusia 39 tahun atau lebih muda berisiko mengembangkan kanker prostat hingga 0.005 persen. Sedangkan risiko tersebut meningkat sebesar 2,2 persen pada pria yang berusia antara 40-59 tahun. Pada usia yang lebih tua, antara 60-79 tahun, risiko meningkat menjadi 13,7 persen.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini