Viral Pelamar Kerja Doain HRD Kena Azab Kuburan Penuh Amplop Kalau Gak Terima Lamaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah foto amplop lamaran kerja mendadak viral. Bukan amplop biasa, amplop tersebut bertuliskan ancaman untuk staf HRD.

Ancaman itu diduga dituliskan oleh pelamar kerja yang kesal dan lelah karena lamaran kerjanya tak kunjung diterima.

“Kepada Yth HRD. Sudah capek saya buat lamaran. Uang habis beli map fotocopy. Semoga kali ini saya bisa diterima. Kalau tidak saya doakan kena adzab!! Kuburan bapak/ibu HRD penuh dengan map coklat sama kertas fotocopyan!!” tulisnya, dikutip Selasa, 30 Juni 2020.

Foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Instagram Denny Siregar dan langsung mencuri perhatian netizen.

Tak diketahui pasti identitas si pelamar dan HRD perusahaan mana yang dituju. Namun postingan amplop berisi doa ancaman itu langsung dibanjiri komentar netizen.

“Judul sinetron indosiar-nya : Kuburan Dipenuhi Amplop Coklat, Azab HRD Jahat Mengabaikan Lamaran Pencari Kerja,” tulis akun @acar_ambon.

“HRD langsung resign klw nerima surat itu,” tulis netizen lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini