Peringati HUT Bhayangkara, Polri Sumbang 29 Ribu Kantong Darah ke PMI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, sejumlah aksi sosial dilakukan oleh Polri dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-74. Kali ini, selain sembako Polri menyumbangkan ribuan kantong darah ke Palang Merah Indonesia (PMI).

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, giat donor darah ini merupakan intruksi langsung Kapolri Jenderal Idham Azis yang dituangkan dalam surat telegram Nomor ST/1127/KRP./2020.

Salah satu isinya adalah perintah kepada para Kasatker dan Kasatwil untuk donor darah lewat koordinasi dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayahnya masing-masing.

Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menerapkan jaga jarak atau physical distancing guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Hasil donor darah serentak yang dilakukan 34 Polda serta 500 Polres seluruh Indonesia menghasilkan sebanyak 29.722 kantong darah. Ini sekaligus membantu memenuhi kekurangan stok darah PMI di masa pandemi Covid-19,” ujar Argo dalam keterangannya, Selasa 30 Juni 2020.

Argo menyebut, satu kantong darah dapat menyelamatkan tiga nyawa lantaran dapat dipecah menjadi tiga komponen. Yaitu sel darah merah, plasma, dan trombosit.

PMI sendiri mengalami kekurangan rata-rata sekitar 900 ribu kantong darah per tahun untuk memenuhi kebutuhan transfusi di berbagai rumah sakit. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia Maret 2020 lalu, stok darah di PMI semakin berkurang.

“Hal ini karena jumlah pendonor mandiri yang datang ke PMI menurun sejak diberlakukannya protokol kesehatan. Masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya khawatir untuk keluar rumah di tengah pandemi yang kian meluas,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini