Heboh Video Kekeyi Trending Disebut Plagiat Lagu Rinni Wulandari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video lagu berjudul ‘Keke Bukan Boneka’ milik selebgram Rahmawati Kekeyi Putri tengah jadi sorotan.

Video yang sempat trending di Youtube dengan 1,2 juta penonton itu, kini ramai disebut-sebut sebagai plagiat dari lagu ‘Aku Bukan Boneka’ yang dipopulerkan penyanyi Rinni Wulandari pada 2007 silam.

Tudingan tersebut datang dari banyak netizen. Menanggapi itu, penyanyi Rinni Wulandari pun sampai ikut berkomentar.

Dalam postingan Insta Story-nya, Rinni menuliskan pesan yang seolah menyindir video Kekeyi.

“Wow jadi pengen lanjutin nyanyi ‘Keke Bukan Boneka’,” tulis Rinni di Instagram Story-nya, dikutip Minggu, 31 Mei 2020.

Tak lama kemudian, Rinni juga mengunggah penggalan lagu Kekeyi dan menyanyikan satu part versi dirinya setelah para netizen meminta lantaran meyakini adanya plagiat.

“Karena post yang tadi aku bilang pengen lanjutin nyanyiin partnya, jadi banyk yang DM minta untuk menyanyikan partnya lanjutannya, jadi yaudah deh,” kata Rinni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini