Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Sumbang 72 Ton Sampah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-72 ton sampah disumbangkan pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 7 April 2019. Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyiapkan 10 truk untuk mengangkut sampah tersebut.

“Beratnya mencapai 72 ton. Awalnya kami menyiagakan 3 truk. Tapi, melihat jumlah sampah yang banyak, jumlah truk yang kami kerahkan menjadi 10,” kata Kepala Plt Dinas LH Djafar Muchlisin di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin 8 April 2019.

Djafar mengatakan kemarin menyiagakan 120 petugas PPSU, 7 bus toilet, dan mobil penyapu jalan. Djafar mengatakan pembersihan sampah selesai pada siang hari. “Pagi acara, siang area GBK sudah bersih. Tak ada kendala dalam kebersihan,” katanya.

Sebelumnya, kampanye akbar dihadiri kader Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PAN, dan Partai Berkarya. Prabowo sendiri massa yang hadir lebih dari sejuta orang. Kampanye akbar itu digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Papua

Oleh: Yulianus Wenda*Papua saat ini tengah memasuki babak baru pembangunan yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun pengembangan sumber daya manusia, menunjukkankomitmen kuat negara dalam menghadirkan kemajuan yang merata hingga kewilayah paling timur Indonesia. Dalam konteks tersebut, stabilitas keamananmenjadi faktor yang sangat penting karena menjadi fondasi utama bagikeberlangsungan dan keberhasilan seluruh agenda pembangunan di Tanah Papua.Keamanan yang kondusif bukan sekadar menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi prasyarat bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi, meningkatnyapelayanan publik, serta berkembangnya investasi yang mampu membuka lapangankerja baru. Ketika situasi daerah aman dan damai, masyarakat dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari berkebun, melaut, berdagang, hinggamenyelenggarakan kegiatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.Pemerintah saat ini terus mendorong pembangunan Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisiksemata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Pendekatan tersebut merupakanlangkah strategis yang mencerminkan semangat pembangunan yang berkeadilandan berkelanjutan.Tokoh perempuan adat Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, menilaibahwa pembangunan yang dilaksanakan di Papua harus dipahami sebagai upayabersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjagakelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam setiaptahapan pembangunan merupakan kunci penting untuk memastikan bahwa manfaatpembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak harusdipandang sebagai proses yang terpisah dari nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Sebaliknya, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal sehinggamampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutanlingkungan. Pendekatan semacam ini menjadi modal penting dalam memperkuatkepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengahdilaksanakan pemerintah.Stabilitas keamanan juga memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperluas akses masyarakatterhadap layanan dasar. Keberhasilan program-program tersebut tentu sangat ditentukan oleh terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.Kepala Suku...
- Advertisement -

Baca berita yang ini