Mantap, Bogor Dipastikan Bebas dari Daging Sapi Oplosan Babi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemkot Bogor melalui Tim Satgas Pangan memastikan di pasar-pasar besar Kota Hujan, tidak ada daging sapi yang dioplos atau dicampur babi dijual ke masyarakat.

Hal ini terbukti dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Satgas Pangan Pemkot Bogor jelang Idul Fitri 2020, untuk memastikan ketersediaan, keamanan juga kehalalan pangan.

“Kami telah melakukan supervisi sidak ke dua pasar besar di Kota Bogor pada dini hari,” Kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, selaku Ketua Tim Satgas Pangan dalam keterangan tertulisnya, Minggu 17 Mei 2020.

Tim tersebut melakukan sidak di dua pasar terbesar, yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar, dengan melibatkan beberapa jajaran dinas Pemkot Bogor, juga personel dari Polresta Bogor Kota.

Ade Sarip berkata, tim juga melakukan pengujian langsung terhadap daging sapi yang dijual pedagang di dua pasar tersebut. Hasilnya, pedagang benar-benar menjual daging sapi tanpa oplosan babi atau celeng.

Alhamdulillah penjualan daging sapi di Kota Bogor, tidak ditemukan daging sapi oplosan,” ujarnya.

“Kami sudah sidak di dua pasar besar di Kota Bogor, semuanya aman,” katanya menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini