Dear Prabowo, Ibu Pertiwi Sedang Beprestasi, Bukan Diperkosa!

Baca Juga

MINEWS, TANGERANG – “Saya berdiri di sini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, saudara-saudara sekalian. Ibu pertiwi sedang diperkosa, saudara-saudara sekalian!.”

Pernyataan itu dilontarkan calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye akbar di GBK, Jakarta, Minggu 7 April 2019. Namun hal itu langsung dibantah Presiden Joko Widodo.

Capres nomor urut 01 itu justru menilai Ibu Pertiwi saat ini sedang berprestasi, bukan sedang diperkosa. “Dalam beberapa tahun terakhir ini kita melihat bahwa negara kita terus mendulang prestasi-prestasi. Jangan sampai ada yang ngomong ibu Pertiwi sedang diperkosa, yang benar Ibu Pertiwi sedang berprestasi,” kata Jokowi dalam sambutannya di acara deklarasi komunitas olahraga, pemuda, influencer dan disabilitas di ICE BSD, Tangerang.

Keberhasilan-keberhasilan yang berhasil dicapai Indonesia antara lain di bidang olahraga hingga bidang keamanan. “Di Asian Games, Indonesia berhasil duduk peringkat 4, sebelumnya peringkat 16-17. Di Asian Para Games kita masuk ke peringkat 5. Kemudian juga kita baru saja sepakbola kita menjuarai AFF di U-22 juara, terakhir prajurit terbaik TNI kita jadi juara 1, ini prestasi,” kata Jokowi.

Berkaca dari hal tersebut, Jokowi pun mengajak masyarakat berpikir optimis, serta tidak memiliki pemikiran buruk dan tidak mudah terhasut dengan berita-berita hoax.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini