Rejeki Nomplok, Lelaki Magelang Jual Tokek Laku Rp 10 M

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAGELANG – Seorang lelaki warga Magelang bernama Mamik mungkin salah satu orang yang beruntung di masa Pandemi Covid19 ini. Bagaimana tidak?

Hanya menjual seekor tokek berukuran 45 sentimeter dia bisa memperoleh Rp 10 miliar. Transaksi penjualan Gekko gecko tersebut viral karena direkam dalam bentuk video sekitar tiga detik.

Perekam video itu menyebutkan transaksi dilakukan pada 9 Maret 2020 antara Mamik dengan Hartomi pembeli tokek.

Sementara di hadapan mereka terdapat setumpuk uang di atas meja yang menurut perekam video baru sebagian dari Rp 10 miliar.

Sementara tokek yang hampir sepanjang lengan Mamik tampak tenang bertengger di tangannya selama proses dokumentasi transaksi tersebut.

Namun, perekam itu tidak menyebutkan di mana dan untuk apa tokek itu dibeli dengan harga yang super fantastis itu.

Dia hanya menambahkan jika ada yang memiliki tokek seperti milik Mamik, Hartomi sanggup membeli dengan harga menggiurkan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini