Breaking News: Sule Resmi Pamit dari Dunia Hiburan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komedian serba bisa Sule tiba-tiba memberikan kabar mengejutkan, yang membuat publik heboh. Tak ada angin tak ada hujan, Sule memohon izin untuk pamit alias pensiun dari dunia hiburan yang telah membesarkan namanya.

Lewat unggahan di Instagram-nya, ia pun memohon maaf kepada semua penggemar yang setia mendukungnya selama ini. Namun, rupanya, izin pamit itu ternyata hanya prank alias bohongan. Sule ingin meniru prank ala Ferdian Paleka. Duh!

View this post on Instagram

MOHON MAAF BUAT SEMUA.SELAMAT BERBUKA

A post shared by Sule prikitiew (@ferdinan_sule) on

“Saya mohon maaf buat semuanya, buat para penggemar saya mulai hari besok saya akan pamit dari dunia entertainment. Tapi bohong, hahaha,” kata Sule di akun Instagram-nya @ferdinan_sule, baru-baru ini.

Banyak netizen sempat kaget dan mengira Sule benar-benar akan meninggalkan dunia hiburan selamanya. Namun, semuanya kembali ceria setelah tahu, permohonan maaf itu hanyalah candaan belaka dari Sule.

“Ferdian Sule,” tulis akun @galihamidjaya di kolom komentar.

“Ehhh bang Sule bikin sedih, saya kira beneran kaget saya,” tulis akun @adamgunawan23.

“Kang Sule cakeep pisaaan eeuy…tpi boong,” tulis akun @alamza_atika.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini