Ternyata Lelaki Lebih Banyak Terinfeksi Corona, Ini Sebabnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika ditilik dari jenis kelamin, orang terinfeksi Covid19 yang disebarkan virus corona lebih banyak lelaki dibandingkan perempuan.

Jawabnya sederhana saja karena lelaki banyak yang malas cuci tangan usai menggunakan toilet umum dibandingkan perempuan.

Dalam sebuah studi di AS yang diberi tajuk “Handwashing A Corporate Activity 2009” ternyata hanya 31 persen lelaki yang rajin menyuci tangan setelah menggunakan umum. Sedangkan perempuan mencapai 65 persen.

Menurut studi yang dilakukan Michigan State University pada 2013 pada sekitar 4000 orang di toilet sekitar East Lansing, Michigan juga menemukan fenomena yang sama. Perempuan lebih sering menyuci tangannya menggunakan sabun dibandingkan lelaki.

Studi itu menemukan 14.6 persen lelaki bahkan tidak menyuci tangannya sama sekali setelah menggunakan toilet umum.

Sementara 35 persen dari yang menyuci tangannya, lelaki lebih sering tidak menggunakan sabun melainkan hanya membasahi tangannya saja. Sedangkan perempuan yang melakukan hal serupa hanya 7,1 persen dan 15,1 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini