Noah Francoise, Gelandang Usia 16 Tahun yang Jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tiga klub elit Eropa dikabarkan sedang berebut mendapatkan Noah Francoise. Mereka adalah Paris Saint-Germain, Arsenal dan Sevilla yang ngebet mendapatkan gelandang berusia 16 tahun itu.

Mengutip laporan Foot Mercato, Senin 20 April 2020, ketiga tim itu ternyata sudah menghubungi agen Francoise untuk bisa memboyongnya dari Rennes.

Diketahui, Francoise rutin memperkuat tim nasional Prancis U-16 dan U-17. Namun hingga saat ini belum memiliki ikatan kontrak profesional bersama Rennes dan klub-klub besar berusaha memanfaatkan situasi itu.

Musim ini, Francoise tampil membela Rennes dalam kompetisi UEFA Youth League (setara Liga Champions untuk kelompok junior). Dari lima pertandingan Francoise mencetak satu gol dan membantu Rennes menjejaki babak 16 besar kompetisi tersebut.

Persaingan memperebutkan Francoise membuatnya jadi talenta muda berikutnya yang dihasilkan Rennes dan mendapat perhatian banyak klub elit setelah Eduardo Camavinga.

Camavinga saat ini menjadi rebutan banyak kubu elit Eropa termasuk Real Madrid dan Borussia Dortmund.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini