Densus 88 Ringkus 4 Orang Terduga Teroris di Sultra

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUNA – Detasemen Khusus Antiteror Polri (Densus 88) berhasil mengamankan empat warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan keterlibatan tindak pidana terorisme. Mereka adalah JJ, AL, FJ dan AH.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra AKBP La Ode Proyek pun membenarkan hal itu. “Iya benar ada penangkapan oleh densus di Muna,” katanya.

Sayangnya, La Ode Proyek belum mengetahui detail tentang keterlibatan empat warga Muna ini dalam jaringan terorisme. Namun, ia tak menampik bila keempat warga ini sudah menjadi target operasi oleh Densus 88.

“Untuk menjelaskan lebih lanjut itu kewenangan Mabes Polri,” ujarnya.

Para pelaku ditangkap di tempat yang berbeda pada Senin 13 April 2020 pagi. Awalnya Tim gabungan Densus 88 dan Polda Sultra lebih dulu membekuk JJ, di Jalan Diponegoro, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna sekitar pukul 07.45 Wita.

Setelah itu tim gabungan menangkap AL di Jalan La Ode Pulu. Selanjutnya Densus 88 dan Polda Sultra bergerak mengamankan FJ di Jalan Paelangkuta dan AH di kawasan Kontu.

Selain mengamankan keempat warga diduga jaringan terorisme itu, Densus 88 turut menyita barang bukti senjata api (senpi). Namun hingga saat ini belum ada kabar tentang jenis senpi yang diamankan.

Empat warga yang diamankan itu sempat diperiksa intensif di Mapolres Muna. Namun, untuk penyelidikan lebih lanjut mereka dibawa ke Kendari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini