Unik! Ini Tradisi Perayaan Paskah di Berbagai Negara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Minggu 12 April 2020, masyarakat Nasrani di seluruh dunia merayakan hari paskah. Namun, karena pendemi corona jadi perayaan itu ditiadakan. Nah, banyak tradisi unik di berbagai negara cara merayakan hari paskah.

Beberapa tradisi memiliki latar belakang atau sejarahnya tersendiri di setiap negara.  Melansir BBC, berikut adalah sejumlah tradisi unik perayaan Paskah di berbagai negara di dunia:

  1. Yunani

Di Pulau Corfu, Yunani, masyarakat melemparkan pot-pot tua ke jalanan dari jendela rumah mereka pada pagi hari. Tradisi ini diperkirakan ditiru dari orang-orang Italia. Perbedaannya, di Italia, orang-orang membuang harta benda yang dimiliki mereka.

  1. Ukraina

Berbeda lagi dengan tradisi perayaan Paskah di Ukraina.  Di negara ini, orang-orang saling mengguyur satu sama lain dengan menggunakan air di hari Senin Paskah. Oleh karena itu, tradisi ini sering disebut sebagai “Senin Basah” atau “Wet Monday”. Selain di Ukraina, tradisi serupa juga dapat ditemui di negara-negara lain seperti Polandia.

  1. Perancis

Di sebuah kota kecil di selatan Perancis, orang-orang berkumpul setiap Senin Paskah untuk membagikan sebuah omelet yang sangat besar. Untuk membuat omelet ini, sekitar 15.000 telur digunakan.

Omelet tersebut berukuran cukup besar sehingga dapat digunakan untuk memberi makan ribuan orang. Legenda yang tersebar mengatakan bahwa tradisi ini berawal dari Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte yang menyukai omelet tersebut. Saat itu, ia meminta dibuatkan satu omelet besar untuknya dan para prajurit.  Dari situlah tradisi ini berawal.

  1. Amerika Serikat

Di AS, tradisi Paskah juga dilakukan dengan cukup unik. Setiap tahun, diadakan acara menggelindingkan telur di halaman Gedung Putih. Tradisi ini telah dilakukan sejak tahun 1878 ketika Presiden Rutherford B Hayes masih memerintah.  Acara tersebut dilaksanakan setiap Senin Paskah. Biasanya, istri presiden atau First Lady menjadi pihak yang bertanggungjawab untuk menjalankan acara ini.

  1. Eropa Utara

Tradisi unik juga ditunjukkan di beberapa bagian Skandinavia, di mana anak-anak memakai kostum saat Paskah. Pemakaian kostum ini hampir seperti tradisi Halloween. Anak-anak memakai riasan wajah, penutup kepala, hingga membawa ranting dengan bulu sebagai bagian dari tradisi. Kemudian, mereka pergi ke jalan dan meminta cokelat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini