Covid-19 Menggila Lagi, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah sempat mereda, pandemi Covid-19 kembali menginfeksi banyak orang di Jepang. Keadaan ini direspons dengan pengumuman status darurat nasional selama sebulan di Tokyo dan 6 prefektur lainnya, yang disampaikan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah Jepang meminta warga untuk tinggal di rumah saja. Bagi yang tidak taat atau kedapatan berkeliaran di luar rumah, maka akan dikenakan hukuman yang sesuai dengan regulasi berlaku.

“Penting untuk mengurangi aktivitas kita masing-masing,” kata Abe, seperti dikutip dari AP, Selasa 7 April 2020.

Selain itu, PM Abe juga mendesak semua orang mengurangi kontak langsung antar sesama sebesar 70 hingga 80 persen selama sebulan. Status darurat nasional ini akan berlaku hingga 6 Mei 2020 mendatang.

Pengumuman status darurat mengikuti lonjakan kasus baru di Tokyo, termasuk kenaikan lebih dari 100 kasus baru per hari selama satu pekan tekakhir.

Pada Selasa 7 April waktu setempat ada 1.116 kasus yang dikonfirmasi di Tokyo yang berpenduduk 14 juta jiwa. Secara nasional Jepang telah melaporkan 91 kematian akibat Covid-19 dan 3.906 kasus positif. Ditambah dengan 712 kasus positif di Kapal Pesien Diamond Princess yang sebelumnya bersandar di pelabuhan Yokohama, Tokyo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal.Di sisi lain, Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini