Cina Klaim Avigan Sembuhkan Pasien Covid-19, Saham Fujifilm Langsung Meroket

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah Direktur Pusat Pengembangan Bioteknologi Cina, Zhang Xinmin menyatakan favipiravir, bahan utama dalam obat influenza Avigan yang dipasarkan Fujifilm, berhasil baik secara klinis obati penyakit corona, nilai saham perusahaan Jepang Fujifilm langsung meroket.

“Obat ini sangat aman dan efektif dan tidak ada efek samping,” kata Zhang Xinmin, Direktur Pusat Pengembangan Bioteknologi Tiongkok, seperti dikutip Nikkei Asian Review.

Fujifilm memang berhasil membuat favipiravir tersebut untuk mengatasi orang yang terinfeksi virus corona atau covid-19.

Uji klinis di Cina itu melibatkan 80 kasus yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Shenzhen. Selain untuk studi terhadap 120 kasus corona yang dipimpin Rumah Sakit Zhongnan milik Universitas Wuhan. Kedua uji klinis tersebut menunjukkan Avigan mempersingkat waktu pemulihan bagi pasien.

Kesuksesan tersebut membuat nilai saham Fujifilm melonjak ke batas tertinggi yang diizinkan dalam perdagangan saham hari itu yaitu 15.42 persen.

Kementerian Sains dan Teknologi China pada hari Selasa 17 Maret 2020 mengatakan beberapa uji klinis telah selesai dan menunjukkan hasil yang sangat baik.

Fujifilm Toyama sebenarnya telah mengembangkan obat tersebut pada 2014 dan sejak Februari 2020 telah diberikan kepada pasien Covid-19 di Jepang.

Sedangkan ujicoba obat favipiravir secara klinis terhadap 200 orang pasien di Wuhan dan Shenzen menunjukkan pasien yang menerima obat tersebut langsung dikonfirmasi negatif Covid-19 hanya dalam waktu 4 hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini