Imbas Corona, 15 Kampus Gelar Kuliah Jarak Jauh

Baca Juga

MATA INDONESIA, GOWA – 15 kampus dinyatakan menggelar kuliah jarak jauh untuk mengantisipasi penyebaran wabah corona (COVID-19) di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Setditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani.

“Dikti sampai hari ini seperti sudah di atas 15 ya. Saya gak hafal satu-satunya tapi memang untuk me-lockdown kampus, bukan me-lockdown ya tapi kampus memberikan proses pembelajaran secara blended learning atau pendidikan jarak jauh,” katanya di Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu 14 Maret 2020.

Wanita yang akrab disapa Paris itu mengatakan, kebijakan untuk menggelar perkuliahan jarak jauh adalah mutlak otoritas rektor dan pimpinan perguruan tinggi bersangkutan. Jadi tidak ada kewajiban bagi kampus untuk meminta pertimbangan dari Kemendikbud atau khususnya Dikit untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Mereka hanya diminta melaporkan saja ke pihak Kemendikbud.

“Dan itu juga otonomi kampus. Selama dia yakin proses pembelajarannya untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan fine-fine aja. Karena kan kegiatan seperti ini sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Kita belajar tuh boleh di kampus, boleh di luar negeri dengan kredit transfer, boleh juga dengan pendidikan jarak jauh,” ujarnya.

Dikti percaya bahwa pihak rektorat akan melakukan langkah yang proporsional guna menanggulangi penyebaran wabah Covid-19.

Berikut daftar 15 kampus yang telah memberlakukan kebijakan perkuliahan jarak jauh antara lain:

1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Gajah Mada (UGM)
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Gunadharma
5. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
6. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
7. Kalbis Institut
8. Binus University
9. Universitas Atmajaya
10. London School Public Relations (LSPR)
11. Universitas Yarsi
12. Universitas Pelita Harapan (UPH)
13. Telkom University
14. Universitas Tarumanegara (UNTAR)
15. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Aspirasi Tetap Murni di Tengah Agenda Pemulihan Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )*Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi kepada pemerintah. Kebebasan berpendapat menjadi salah satu fondasipenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena memungkinkan lahirnyakebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Namun, di tengah upayamemperkuat pemulihan ekonomi nasional, penyampaian aspirasi perlu tetap dijagaagar tidak kehilangan substansinya akibat tindakan yang justru merugikan masyarakatluas.Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan telah menjadi bagian dariperjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan kebijakan lahir dari dialog yang diawali oleh kritik masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukansecara damai dan bertanggung jawab bukan hanya menjadi hak warga negara, tetapijuga bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.Di era digital, dinamika penyampaian aspirasi tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga di media sosial. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi masyarakat secara luas. Kondisi ini membuka peluang bagimunculnya disinformasi, provokasi, maupun narasi yang dapat memperkeruh situasiapabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, kedewasaan dalam bermedia sosialmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas demokrasi.Dalam konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajakmahasiswa untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sertameningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan berbagai bentukprovokasi di ruang digital yang berpotensi memicu eskalasi situasi. Imbauan tersebutjuga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawabagar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu stabilitas sosial. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat ruang digital kini memiliki pengaruh besarterhadap dinamika di lapangan. Narasi yang dibangun melalui media sosial mampumenggerakkan opini publik, bahkan memicu tindakan spontan yang belum tentudidasarkan pada informasi yang utuh. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi kebutuhanmendesak agar masyarakat dapat memilah informasi secara kritis sebelummenyebarkannya.Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan komitmen terhadappenyampaian aspirasi yang bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat KesatuanMahasiswa Hindu Dharma Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini