Teleponan Jokowi dan Xi Jinping Hebohkan Dunia, Jubir Ngaku Belum Tahu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dunia dihebohkan dengan komunikasi telepon antara Presiden Jokowi dan Xi Jinping Selasa 11 Februari 2020 malam. Padahal isi telepon itu berupa tekad bulat Xi memerangi virus corona jenis baru hingga tuntas serta berharap Indonesia mengambil bagian, tetapi dinilai sebagai hubungan rekan strategis.

Namun, juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengaku belum mengetahuinya dan akan memeriksa informasi tersebut.

“Kami belum … . Nanti akan kami re-check,” kata Fadjroel di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

Perihal hubungan telepon tersebut dimuat di laman berita Xinhua yang menyebutkan komunikasi telepon merefleksikan rekan strategis yang komprehensif.

Pada percakapan jarak jauh tersebut, Presiden Xi menekankan perang melawan epidemi corona jenis baru sekarang merupakan prioritas utama Pemerintah Cina.

Presiden Xi juga menegaskan Cina memiliki kemampuan, kepercayaan diri dan kepastian untuk memenangkan perang melawan epidemi tersebut. Bahkan dia menegaskan Cina masih sanggup meraih capaian di bidang ekonomi dan sosial. Dia menegaskan Cina akan lebih makmur setelah mampu mengalah epidemi tersebut.

Dia juga menegaskan tetap akan melanjutkan proyek-proyek yang sudah berjalan di Indonesia seperti kereta cepat Jakarta-Bandung dan sebagainya.

Sementara Presiden Jokowi mengungkapkan simpatinya atas kesulitan yang dihadapi Cina sekarang dan akan membantu peralatan medis ke negeri Panda itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini