Lari-lari di Gerbong Kereta dan Nyubitin Orang, Anak Ini Dihukum Duduk di Rak Bagasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anak kecil memang punya sifat ingin tahu dan biasanya sangat hyperaktif, namun jika sudah keterlaluan, orang tua juga akan jengkel menghadapi dan sedikit akan memberikan hukuman. Seperti yang dilakukan seorang ayah ini untuk memberi rasa kapok kepada anaknya.

Melihat postingan @brllntjl di akun twitternya, menunjukan seorang anak kecil di atas rak bagasi kereta api, sambil berteriak dan menangis memanggil ayahnya, anak itu tampak ketakutan.

Sedangkan sang ayah yang berada dibawahnya berkata, “jangan nakal ya”. Juga terdengar orang yang berada digerbong tersebut juga ikut tertawa.

Dengan menulis keterangan “Kan kan, bandel si. Segerbong ngakak asli ?”, @brllntjl juga menjelaskan jika anak tersebut dihukum karena lari-larian dan nyubitin orang yang ada di gerbong. Karena kesal, ayahnya menghukum dengan dinaikkan ke rak bagasi.

Video yang berdurasi 5 detik itu telah mendapat 20.5 ribu Retweets dan 32.1 ribu Likers , sejak diunggah pada Jumat, 31 Januari lalu.

Banyak netizen yang menanggapi dan setuju mengenai hukuman yang diberikan sang ayah.

“Itu anaknya hyperaktif emg rada susah buat dksh tau. Mungkin ini biar ksih efek jera aja sih, drpd d pukul. Soalnya aku pnya ponakan yg dr kecil tiap bkin slah d pkul, lbh kasian akhrnya skrg anaknya keras. Bkn nurut mlah lbh nglunjak ☹,” tulis @RoyhaniRirin

@umenumen juga ikut menuliskan “I’m okay with this punishment.. Orang tuanya juga gak lama langsung nurunin kan? Mending dibikin kapok sebentar daripada dibiarin, dan lebih parah diingatkan tapi dengan cara disakitin. Malah lebih kasihan.”

Namun ada juga netizen yang tidak setuju dengan tindakan tersebut, mereka mengaggap anak akan mengalami rasa trauma.

“Lucu ya? sampe ngakak? wakakak emang pada gak kepikiran ya tuh anak ada potensi trauma? wakakak lucu-luca perbedaan masyarakat ya emang,” kata @gilanglagilang.

“Sorry but this isnt funny, lebih baik keluarganya nenangin si bocah deh, soalnya itu tempat umum, dan di kereta pasti orang juga pengen istirahat :),” tulis @valenhadi.

Pengunggah video itu juga menjelaskan jika setelah dihukum seperti itu, sang anak langsung diam dan tidak lari-larian lagi.

“Tau kejadian sebenernya ga?, kl gw ditanya kasian mah kasian. Itutu abis digituin udh ga nangis lagi, larian2 lagi, nyubit2 udh engga, tp dia lari2an bukannya buat si anak bahaya?,” tulis @brllntjl.

(Mila Arinda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini