Erick Thohir Targetkan 70 Persen Suara Jokowi-Ma’ruf di Malang

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kota Malang, Jawa Timur menjadi sasaran Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir untuk memperoleh 70 persen suara.

Target itu bukan tanpa alasan, pasalnya tingkat kepopuleran Jokowi lebih tinggi dibandingkan 2014 lalu, dilihat dari banyaknya capaian yang sudah dirasakan masyarakat.

“Pada 2014 Jokowi yang belum terlalu dikenal secara nasional. Namun, sekarang sudah punya prestasi berupa infrastruktur dan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat kecil, optimistis bisa 70 persen,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa 26 Maret 2019.

Pada kampanye terbuka hari kedua, Jokowi bertemu masyarakat Malang di GOR Ken Arok, Senin 25 Maret 2019. Jokowi menantang relawan dan pendukungnya untuk mencapai target minimal 70 persen suara.

“Nanti tanggal 17 April sudah ada hasilnya, saya telpon ke sini berapa hasilnya, sesuai target atau tidak. Tetapi jika melihat antusiasme saya yakin dapat 70 persen,” katanya.

Tim Kampanye Daerah Kota Malang, Ahmad Wanedi menyebut siap penuhi tantangan Jokowi. Dia mengaku akan memaksimalkannya selama tiga minggu kampanye terbuka. TKD akan memobilisasi relawan dan calon anggota legislatif partai koalisi untuk door to door.

Dia pun berjanji akan melawan isu bohong yang menyerang Jokowi. “Ini hoax yang harus kita lawan, dengan cara memberikan berita yang benar. Serta keberhasilan pemerintah Jokowi dalam empat tahun ini,” katanya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini