Seungri Akhirnya Buka Suara Soal Tudingan Cari PSK untuk Dibawa ke Indonesia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Seungri akhirnya buka suara terkait segala tudingan yang diarahkan padanya. Mantan personel BIGBANG itu juga memberi klarifikasinya soal dugaan penyediaan prostitusi untuk rekan bisnis saat berkunjung ke Indonesia.

Dikutip dari Soompi, Seungri pun menjelaskan keterkaitan dirinya dengan rekan bisnis berinisial A. “Saya berinvestasi sekitar 2 miliar won atau sekitar Rp25 miliar melalui dia dan tak pernah menerima apa-apa. Saya harus berada di pihaknya. Dia meminta saya untuk memperkenalkannya pada seseorang yang bisa menemaninya saat mengunjungi pengusaha di Indonesia,” kata Seungri, dikutip Selasa, 26 Maret 2019.

Kemudian, pria berinisial A itu mengatakan ingin menawarkan sejumlah uang untuk mencari wanita yang bisa menemani itu. A kemudian bertanya apakah 10 juta won cukup.

“Saya mengulang jumlah uang tersebut untuk meminta klarifikasinya. Hanya itu. Tapi kemudian dia bilang dia akan mencari sendiri dan membatalkannya,” ujar Seungri.

Seungri juga menegaskan jika dirinya hanyalah korban dari A. Karena saat itu, Seungri tidak mendapatkan hasil investasinya kembali. Ia juga mengaku sudah pernah melayangkan gugatan hukum pada A di tahun 2015 silam.

“Saya menggugatnya pada 2015 tapi dia mengancam akan mengungkap kisah ini ke media, jadi aku harus membatalkannya,” katanya.

Berita Terbaru

Kopdes Diperluas hingga Pelosok, Pemerataan Ekonomi Kian Nyata

Oleh: Farhan Akbar )*Membangun Indonesia dari pinggiran kini bukan lagi sekadar slogan. Dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah sedangmerancang transformasi besar agar kesejahteraan tidak lagi menumpuk di perkotaan saja. Kebijakan ini hadir untuk memastikan setiap desa memilikimesin penggerak ekonominya sendiri, yang tidak hanya produktif secarabisnis, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekonomi bagi generasimendatang.Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi jawaban atas kebutuhan desauntuk memiliki kemandirian ekonomi yang kuat. Selama ini, desa kerapberada pada posisi sebagai konsumen dalam rantai ekonomi nasional. Dengan pendekatan koperasi yang terintegrasi, desa didorong untukbertransformasi menjadi pelaku utama yang aktif dalam menggerakkanroda ekonomi. Pemerintah melihat potensi besar desa sebagai basis produksi sekaligus pasar yang selama ini belum dimaksimalkan secaraoptimal.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancangsebagai instrumen negara dalam mempercepat pemerataan ekonomisekaligus mengatasi kemiskinan. Yandri memandang bahwa perputaran uang yang terjadi di desa melaluikoperasi akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan tidak mengalir keluar, melainkan kembali memperkuat ekonomi desa itu sendiri.Konsep Kopdes Merah Putih juga selaras dengan arah kebijakanpembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awalpertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka tersebut, pembangunan tidak lagiberpusat di kota, melainkan bergerak dari pinggiran untuk menciptakankeseimbangan yang lebih merata. Pendekatan ini diyakini mampumemperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka peluangekonomi baru bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih mengusung model usaha yang modern denganmenyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, bahanpokok, hingga energi seperti LPG. Namun, orientasi koperasi ini berbedadengan sektor ritel konvensional. Keuntungan yang dihasilkan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak, melainkan didistribusikan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan masyarakat desa itu sendiri. Model ini memperkuat prinsipkeadilan ekonomi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalamkegiatan usaha.Yandri juga menyoroti bahwa Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai pusatdistribusi, tetapi juga sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan adanya koperasi, masyarakat desa memiliki akses terhadappeluang kerja yang lebih luas tanpa harus meninggalkan daerahnya....
- Advertisement -

Baca berita yang ini