Siapkan Duit! Film-film Gokil Ini Tayang Februari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagaimana kondisi dompet anda sekarang, siapkah meyambut bulan Februari? Karena sangat banyak film gokil akan menghiasi layar lebar Indonesia.

Walaupun Februari identik dengan bulan romantis, genre pada film nanti cukup beragam, ada action, animation, horror, dan masih banyak lagi. Di bawah ini Minews.id merangkumnya untuk anda. Mulai film dalam hingga luar negeri. Jadi, jangan lupa siapkan duit dari sekarang!

1. Milea : Suara dari Dilan

Siapa yang tidak kenal Dilan dan Milea? Dua nama tokoh film ini sempat viral dijagat raya setelah dirilisnya munculnya Dilan 1991 ke mata publik. Nah, film yang akan tayang 13 Februari 2020 ini merupakan lanjutan dari film Dilan 1991. Jika di film sebelumnya menceritakan tentang Dilan dari suara Milea, kali ini akan menceritakan tentang Milea dari suara Dilan.

2. Birds of Prey

Film ini bakal dirilis pada 7 Februari 2020. Film yang digarap Cathy Yan ini akan kembali menampilkan peran Harley Quinn-nya Margot Robbie di Suicide Squad. Kalau kamu sudah nonton Suicide Squad pasti tidak akan asing lagi dengan sosok wanita yang satu ini dimana ia dikenal sebagai kekasihnya si Joker. Film Birds of Prey ini nantinya bakal menceritakan grup superhero cewek yang menumpas kejahatan.

3. Fantasy Island

Bagi anda pecinta horror jangan sampai kelewatan film Fantasy Island yang akan dirilis pada 14 Februari nanti. Cerita dalam film ini mengisahkan tentang sekelompok pendatang yang sedang mengunjungi suatu pulau. Pulau tersebut dikelola oleh Mr.Roarke yang katanya akan mewujudkan keinginan para pendatang. Namun, hal ini hanya sebuah khayalan yang membuat sekelompok pendatang berusaha untuk meninggalkan pulau angker ini.

4. The Lego Movie 2

Film serial anak The Lego Movie 2 sangat cocok untuk anda yang ingin mengajak anak-anak nonton pada Februari nanti. Film ini merupakan lanjutan dari kisah film pertamanya yang tayang pada 2014 lalu. Lego Duplo dari luar angkasa mulai menjajah dan menghancurkan alam Lego yang baru saja kembali membaik. Emmet (Chris Pratt), Lucy (Elizabeth Banks), Batman (Will Arnett) dan teman-teman lainnya bersatu untuk menyelamatkan dunia Lego.

5. Mekah I’m Comming

Film ini berkisah tentang cinta beda kasta yang tidak direstui orangtua. Dikisahkan, Edi (Rizky Nazar) dan Peni (Michelle Zuidith) saling cinta dan sepakat untuk menikah, namun ditentang orangtua Peni. Alasannya, Edi tidak mempunyai masa depan yang baik. Jika tetap ingin melamar, maka Edi diberi syarat harus bergelar haji terlebih dahulu. Dari sana konflik muncul karena Edi tak punya cukup biaya. (Maropindra Bagas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini