Awas! Ada Pemeliharaan Jalan, Tol Jagorawi Bakal Macet Total Sampai 21 Januari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi Anda pengguna ruas Tol Jagorawi, siap-siaplah untuk menghadapi kemacetan. Sebab PT Jasa Marga melanjutkan kembali pekerjaan pemeliharaan jalan dalam rangka memenuhi Standart Pelayanan Minimal (SPM) dengan rekonstruksi perkerasan di tol tersebut.

Pekerjaan tersebut akan dimulai sejak Senin 13 Januari 2020 pukul 10.00 WIB sampai Selasa 21 Januari 2020. Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti, mengatakan pekerjaan akan dilakukan pada Km 16+500 s.d Km 16+170 arah Jakarta dan Km 24+900 s.d Km 24+770 arah Jakarta.

“Pekerjaan rekonstruksi kali ini diprioritaskan pada bahu luar jalan tol. Total pekerjaan rekonstruksi bahu jalan yang akan diselesaikan adalah sepanjang 1.700 m sampai dengan bulan Februari 2020,” kata Irra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 13 Januari 2020.

Selama pekerjaan berlangsung, Irra mengatakan semua lajur dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas. Kecuali hanya pada pukul 21.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB akan ditutup untuk akses alat berat saat kegiatan pengecoran beton berlangsung.

“Jasa Marga Regional JabodetabekJabar memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemeliharaan jalan tersebut. Untuk mengantisipasi penyempitan jalan yang terjadi akibat rekonstruksi, Regional JabodetabekJabar menyiapkan rambu rambu untuk pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan,” ujarnya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini