Tahun 2020, Ini Penyakit yang Diprediksi Bakal Mewabah di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Indonesia mengawali tahun 2020. Nah, biasanya beberapa penyakit diprediksi bakal mulai mewabah dan harus diantisipasi.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan sesuai dengan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ada beberapa penyakit meningkat.

Beberapa penyakit yang diperkirakan akan melonjak naik seperti demam berdarah, leptospirosis (kencing tikus) dan malaria. Selain itu, penyakit umum lainnya misal diare, pneumonia, gangguan pencernaan, hingga keracunan makanan juga bisa jadi ancaman karena lingkungan yang tidak cukup bersih.

Tak hanya itu, dr Anung juga menuturkan berdasarkan BMKG musim kemarau akan lebih kering dari tahun 2019 lalu.

“Ya kalau itu terjadi, tentu penyakit yang terkait dengan mata misal memerah, pencernaan, pernapasan seperti ISPA, atau yang kontak langsung ke kulit juga pasti akan meningkat. Itu yang harus diantisipasi saat ini sampai seterusnya,” katanya.

Kalau dari data Kemenkes sendiri, yang harus diwaspadai seperti demam berdarah, antraks, dan hepatitis A yang meningkat hingga saat ini.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini