Benderanya Dipakai Prabowo, Golkar Geram!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Partai Golkar geram atas munculnya belasan benderanya saat kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di Makassar pada Minggu 24 Maret 2019.

Sebagaimana diketahui, Golkar telah menyatakan dukungan penuh satu suara untuk kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 mendatang, bukan Prabowo-Sandiaga.

DPP Partai Golkar pun meminta Bawaslu Kota Makassar secara tegas menindak pihak penyelenggara kampanye tersebut karena adanya dugaan pelanggaran.

“Ya kami keberatan. Jadi kami minta Bawaslu meminta keterangan penyelenggara atas penyalahgunaan simbol itu,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

“Itu jelas pelanggaran yang wajib ditindaklanjuti Bawaslu sebagaimana ketentuan perundang-undangan,” kata Ace menambahkan.

Sebelumnya, Atribut partai berlambang pohon beringin itu muncul di kampanye akbar Prabowo di Lapangan Karebosi, Makassar. Ada sekitar 11 bendera Golkar dengan foto Prabowo-Sandi dibawa oleh massa yang tampak mengenakan kaos berwarna kuning khas Golkar.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini