Jip Rubbicon dan Dua Harley-nya Terrendam Banjir, Bambang Soesatyo Sebut Air Bah Gak Kenal Orang Kaya dan Miskin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di antara korban banjir Jakarta adalah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Rumahnya di Kemang, Jakarta Selatan juga ikut terendam air, terkena banjir sejak Rabu 1 Januari 2020.

Lelaki yang sering dipanggil Bamsoet tersebut mengaku dua unit mobil dan dua sepeda motornya ikut terendam banjir. Salah satu mobilnya yang terendam air adalah Jip Rubbicon silvernya.

Dari gambar yang beredar Jip mewah tersebut hanya terrendam air dengan ketinggian sedikit di atas bannya.

Tidak diketahui satu mobil lainnya yang terendam. Tetapi yang jelas 11 mobil koleksi Bamsoet tidak ada yang harganya kaleng-kaleng.

Paling murah adalah Toyota Fortuner tahun 2012 yang harga barunya sekitar Rp 400 jutaan. Sedangkan yang paling mahal adalah Bentley Mulsanne tahun 2012 yang perkiraan harga sekarangnya Rp 6 miliar.

Sedangkan Rubbicon tahun 2013 yang terendam air banjir tersebut diperkirakan senilai Rp 800 jutaan.

Sedangkan kedua sepeda motornya yang terrendam air banjir adalah Harley Davidson kesayagannya. Kedua Harley miliknya keluaran tahun 1993 dan 1995 yang kisaran harganya Rp 200 jutaan satu unit.

Seperti dilansir antara, Bambang mengaku mengetahui rumahnya kebanjiran saat pulang dari perayaan tahun baru, Rabu 1 Januari 2020 pagi hari.

Ketua MPR seperti dilansir antara meminta warga Indonesia tidak saling menyalahkan soal banjir Jakarta tahun ini. Sebab air bah tersebut akan menghantam siapa saja, kaya atau miskin, pejabat tinggi atau rendah maupun jenderal dan prajurit sekalipun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini